Lestarikan Adat di Ranah Minang, Kelurahan Batang Arau Sambut Tim Penilai ABS-SBK

42
Padang – Menjaga serta melestarikan adat di Ranah Minang, Pemerintah Kota (Pemko) Padang menggelar lomba implementasi falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS – SBK) tingkat Kota Padang Tahun 2019.
 
Kelurahan Batang Arau termasuk salah satu Kelurahan Pengimplementasian Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS – SBK). Selanjutnya tim penilai lapangan melakukan peninjauan ke semua ekspose yang telah disampaikan beberapa waktu yang lalu.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Pustaka Rumah Gadang Kelurahan Batang Arau Kecamatan Padang Selatan yang terkenal dengan Kampung Literasinya. Bertempat di Kampung Batu Kelurahan Batang Arau Kecamatan Padang Selatan Kota Padang, Selasa (24/09/2019) Pagi.
Dalam kesempatan tersebut Lurah Batang Arau Eka Saputra, S. Sos mengatakan, Kelurahan Batang Arau di tinjau oleh tim juri dalam penilaian Kelurahan Pengimplementasi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah.
Selain itu, banyak hal yang kita tampilkan ketika kita ekspose salah satunya yaitu tumbuk lasuang dan yang kedua Kampung Literasi yaitu taman bacaan rumah gadang berlokasi di Bapermas RW.02 dan yang ketiga ada kegiatan masyarakat kita terkait manjalo menangkap ikan yang ada di Sungai Batang Arau serta yang keempat ada namanya manalai. Ini tidak semua di Kelurahan yang punya. Artinya budaya lokal kita acara menangkap kepiting atau katam air tawar, tuturnya Lurah Batang Arau.
Seterusnya ada budaya kitab Barazanji (Katam Al-Quran, nyanyi kehidupan Rasulullah dari lahir hingga berakhir hayat dan ditutup dangan Do’a. Kegiatan ini kita lakukan ketika pertama mandi anak, Aqiqah anak memasuki hari baik dan bulan baik, seperti memasuki bulan puasa, bulan Muharram itu yang kita tampilkan disini. “Alhamdulillah” dari pagi sampai siang berjalan lancar dan mudah – mudahan kami semua di Kelurahan Batang Arau berharap mendapat juara 1.
Camat Padang Selatan Fuji Astomi S. STP, M. Si mengatakan, sesuai surat dari Sekda Kota Padang penilaian representasi bahwa implementasi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS – SBK) alam takambang jadi guru tingkat Kota Padang ini telah kita lalui. Sehingga ada dua Kelurahan yang kita usulkan Kelurahan Batang Arau dan Kelurahan Pasa Gadang.
Alhamdulillah dari dua yang kita usulkan satu di Kelurahan Batang Arau masuk dalam 6 besar di Kota Padang. Pada hari ini kita meninjau langsung ke lapangan dan sebelumnya sudah di ekspose oleh Pak Lurah Batang Arau tingkat Kota Padang. Sehingga hari ini Kelurahan Batang Arau ini baralek gadang dalam rangka penilaian representasi Pengimplementasi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS – SBK), kata Camat Padang Selatan.
Camat Padang Selatan Fuji Astomi S. STP, M. Si berharap kami dengan adanya penilaian ini Kelurahan Batang Arau menjadi kampung salah satu contoh kampung Pengimplementasi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah dan dengan dukungan masyarakat serta Lurah Batang Arau dan jajaran stakeholder di luar Batang Arau. Sehingga dengan penilaian ini menjadi peringkat yang terbaik tingkat Kota Padang, ujarnya.
Kepala Bagian Kesra Kota Padang Jamilus S. Ag mengatakan, adanya lomba implementasi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS – SBK) di Kota Padang merupakan salah satu upaya mengantisipasi hal – hal negatif yang dapat merusak generasi penerus bangsa ini.
“Kami berharap penerapan implementasi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS – SBK) sudah berjalan di Kelurahan Batang Arau, sebab tantangan generasi penerus di Ranah Minang itu luar biasa,” tuturnya.
Selain itu, Kepala Bagian Kesra Kota Padang menjelaskan, penilaian terhadap perlombaan implementasi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS – SBK), akan dilihat ketika adanya upacara – upacara adat di Minangkabau.
“Kita akan melihat daerah mana saja yang sudah berjalan dengan baik, itu dinilai ketika ada upacara adat, seperti pesta perkawinan ataupun kematian,” ungkapnya.
Nanti, tim penilai akan melihat daerah mana saja masih memakai simbol – simbol adat Minangkabau. Simbol adat itu seperti masih adanya Rumah Gadang (Rumah adat Minangkabau), adanya tempat belajar adat, tempat randai, pakaian adat dan lainnya.
Lalu kita juga akan dilihat apakah masih ada kelembagaan adat di daerah ini, akan tetapi adat istiadat tetap akan dilestarikan. “Ini adalah upaya menyelamatkan generasi muda di masa mendatang,” ujarnya.
Hadir dalam kesempatan itu: Kepala Bagian Kesra Kota Padang Jamilus, S. Ag, Unsur pengurus tinggi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang Dr. Cand Yulizal Yunus, M. Si, Bundo Kanduang Sumatera Barat Prof. Dr. Ir. Hj. Puti Reno Raudhah, Dinas Pendidikan Sumatera Barat Ratmil, S. Sos, M. Pd, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang Rinaldi Kasim, SH, MA, Budayawan Kota Padang Dr. Welhendri Azwar, LKAAM Kota Padang Drs. Suardi, Pengurusan Tinggi Unand Kota Padang Dr. Kurnia Waeman, SH, M. Hum, Unsur Budaywan Yusrizal, Kasubag Pendidikan dan Kebudayaan bagian Kesra Setda Kota Padang Agustina, SH, MM, Kasubag Bina Mental Keagamaan bagian Kesra Setda Kota Padang Zul Asfi, M. Ag, Kasubag Bina Sosial bagian Kesra Setda Kota Padang Hendri Satriawan, S. Sos, Pelaksana bagian Kesra Setda Kota Padang Yulvira, SH, MM, Pelaksanaan bagian Kesra Setda Kota Padang Vira Yunita, A. Md, Drs.Syafwan Diran Qori Bandaro, Musral.

Facebook Comments

Loading...
loading...