Komisi III DPRD Sawahlunto Turlap Meninjau Pekerjaan Fisik Jelang Akhir Tahun Anggaran

24

SAWAHLUNTO SUMBAR INDEKSNEWS Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sawahlunto yang dipimpin Ketua Lazuardi dan bersama Anggota Rio Mardanil ( Nasdem) Hartono ( Golkar) Dasrial Ery ( PDI-P) Iwan Kurniawan (Demokrat) Masril (PKPI) dan Aholongan staff DPRD melakukan turun lapangan (Turlap) meninjau sejumlah pekerjaan fisik menjelang berakhirnya tahun anggaran 2019 Selasa, (5/11)
Sebelum kunjungan turun lapangan, Rombongan Dewan lebih dulu menyambangi kantor Dinas PUPR di Kolok Mudiak Sawahlunto.
Kedatangan Komisi III di kantor DPUPR tersebut untuk sharing informasi dan data terkait program kerja dan serapan anggaran di DPUPR menjelang berakhirnya tahun 2019
Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Kota Sawahlunto menyebutkan, pengerjaan yang tengah dikerjakan diantaranya, Kegiatan Pekerjaan Lanjutan jalan Talago Gunung -Sibarambang. Pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan lanjutan di tahun sebelumnya yang termasuk dalam proyek strategis jalan kota Sawahlunto.
Kepala Bidang Bina Marga, Maizir mengatakan, Pekerjaan jalan itu dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Dirjen Bina Marga, Kementerian PUPR. Pelaksana Proyek tahun ini adalah PT Arphex Prima Dhamor senilai Rp 5,6 Milyar.
Pekerjaan jalan Talago Gunuang – Sibarambang diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas orang dan barang. Disamping itu, Konektivitas daerah perbatasan akan menjadi lebih mudah dan lebih murah
Terbukanya konektivitas daerah diharapkan dapat mamacu pertumbuhan ekonomi dengan tumbuhnya kawasan kawasan baru di jalur perbatasan.
Anggota Komisi III Dasrial Ery menyoroti beberapa titik ruas pekerjaan khususnya pada saluran air dibawah bahu jalan. Dikatakannya, pekerjaan saluran perlu diperdalam untuk menghindari luapan air akibat tingginya curah hujan.
Dasrial Ery meminta pihak PUPR meneruskannya kepada pihak rekanan untuk melakukan perbaikan saluran hingga benar benar lancar jatuh ke sungai
” Saluran air perlu diperdalam dan jalur saluran benar benar mengalir jatuh ke sungai. Tolong dilakukan ini perbaikan,” ujar Dasrial Ery saat meninjau pekerjaan jalan Talago Gunuang – Sibarambang
Feri dari PT Arphex menyatakan pihaknya menyanggupi permintaan untuk perbaikan saluran. Ia kemudian menuliskanya dalam sebuah buku catatan.
” Iya, Pak! Nanti kita perbaiki dan perdalam dasar saluran,” jawabnya.
Kepada Indeksnews Feri mengatakan, dalam pengerjaan, pihaknya memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Pantauan Indeksnews, Banjir besar yang terjadi di Desa Talago Gunung membuat DAM jalan terjadi longsor. Namun Feri mengaku pekerjaannya tidak ada yang rusak. Dinding DAM penahan jalan yang rusak akibat banjir memang belum dikerjakan sehingga pihaknya langsung melakukan perbaikan.
Kondisi dinding DAM apabila dibiarkan akan sangat mengangcam bangunan rumah warga yang berada diatasnya. Feri mengatakan akan mengerjakan terlebih dahulu melakukan perbaikan tebing terkena longsor tersebut
Dalam kondisi cuaca buruk seperti hujan, pekerjaan menjadi terhambat. Kendala pekerjaan lainnya yaitu sulitnya mendapatkan bahan material batu dam Bronjong
” Kami tidak bisa kerja hari ini, karena masih menunggu batu dari Solok. Batunya sudah menuju jalan kemari,” sebutnya
Kenapa Bapak tidak menggunakan bahan material disini? Ada tambang batu tak jauh dari sini?
” Batunya kurang bagus dan harganya juga tinggi,” ujar Feri
Namun untuk bahan material pasir, Feri mengatakan menggunakan pasir dari hasil galian masyarakat sekitar. Ia membelinya langsung kepada masyarakat.
Feri mengaku bobot pekerjaan hampir terpenuhi dan optimis pekerjaan jalan dapat diselesaikan sesuai batas waktu dalam kontrak kerjasama.
Sementara Ketua Komisi III Lazwardi menyoroti lambannya proses lelang terhadap paket paket kegiatan pelalangan di DPUPR.
Menurutnya, paket – paket pekerjaan yang akan dilelang tersebut harusnya telah dipersiapkan jauh jauh hari. Setelah APBD diketok palu setuju untuk dianggarkan, lanjut Lazuardi, paket paket pekerjaan tersebut sudah dapat melengkapi semua dokumen paket lelang pekerjaan dan menyerahkannya kepada Unit Layanan Pelelangan (ULP) Kota Sawahlunto untuk diverifikasi dan ditayangkan (lelang)
” Kenapa kita tidak bisa tender lebih cepat?Padahal, di Januari atau Februari pekerjaan itu sudah bisa untuk di lelang. Kenapa harus menunggu sampai terakhir terakhir baru di lelang,” Tanya Lazuardi.
Komisi III juga turun meninjau dampak bencana banjir yang menerjang Desa Kolok Nan Tuo beberapa waktu yang lalu. Dewan tampak mengunjungi beberapa warga korban banjir di Desa itu seraya menjanjikan perbaikan infrastruktur di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Malakutan.

Facebook Comments

Loading...
loading...