Patok Batas IUP Masih Rancu Tahiti Coal Terancam Ditutup Sementara

35

SAWAHLUNTO SUMBAR INDEKSNEWS Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat bersama Dinas ESDM dan Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Sumatera Barat Sidak pemegang Ijin Usaha Pertambangan (IUP) CV Tahiti Coal di Desa Sikalang, Sawahlunto, Selasa, (12/11)
Inspeksi mendadak (Sidak) DPRD di lokasi tambang CV Tahiti Coal berdasarkan pengaduan warga Desa Sikalang dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) terkait dampak kerusakan lingkungan dari kegiatan tambang dalam CV Tahiti Coal.
“Kegiatan pengujian patok batas IUP akan dilaksanakan pada Kamis (15/11) dengan melibatkan pihak Dinas ESDM serta disaksikan masyarakat.
Apabila kegiatan uji patok batas IUP tidak rampung pada hari itu, maka DPRD akan memberikan rekomendasi menutup sementara CV Tahiti,” tegas Rico Alviano Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Propinsi Sumatera Barat.
Pantauan Indeksnews dilokasi Sidak, tampak Anggota Komisi 4, Kepala Dinas ESDM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kepala Teknik Tambang membaca gambar peta kordinat batas IUP CV Tahiti.
Peta tersebut jug menunjukan jumlah lubang beserta arah jaringannya. Dengan bantuan GPS, tim kemudian dapat menentukan batas batas IUP CV Tahiti yang diterbitkan Pemko Sawahlunto sejak tahun 2005.
Kemudian berapa orang petugas dari Dinas ESDM didampingi Pihak Tahiti dan masyarakat tampak memasuki mulut tambang. Kegiatan mereka untuk mengukur kedalaman dan arah lubang kemudian mengujinya dengan batas IUP
Didalam lubang, petugas ternyata menemukan lubang Lubang telah tertutup terpal berwarna biru . Pihak Tahiti disebutkan, sempat melarang petugas membuka terpal, sebelum akhirnya diperbolehkan membuka terpal dan selanjutnya mengukur kedalaman lubang.
Sementara, suasana di areal bekas tambang terbuka, tampak lubang lubang bekas tambang di pinggang bukit. Lubang itu tampaknya sudah ditutup.
Lubang itu diketahui sudah berada diluar batas IUP, jaraknya sekitar 90 meter dari patok batas IUP.
Pihak Tahiti mengakui pernah melakukan penambangan diluar batas IUP. Namun lubang tambang tersebut sudah ditutup sejak tahun 2017.
” Kita juga menemukan, dan tadi juga sudah diakui pihak Tahiti adanya penambangan diluar IUP,” ujar Rico Alviano.
Rico Alviano mengatakan, dirinya tidak punya kepentingan apa apa dalam kegiatan ini. Ia mengatakan, kedatangan Komisi 4 untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat Desa Sikalang yang diwakili oleh Walhi. Karena saya orang sini, ini dapil saya, saya hanya melaksanakan tugas.
Rico mengatakan dirinya juga tidak ingin CV Tahiti ditutu. Penutupan tambang dikatakanya, merupakan kerugian yang besar.
“Pemerintah daerah rugi, PAD. Tahiti rugi, Masyarakat juga rugi. Untuk itu kita mintak Kamis besok Patok Batas IUP ini sudah selesai. Jika tidak juga DPRD merekomendasikan kepada ESDM, CV Tahiti tutup sementara, ujar pengusaha tambang batu bara itu

Facebook Comments

Loading...
loading...