APBD Sawahlunto 2020 Naik, Deri Asta : Kegagalan DID Tidak Pengaruhi Program Dan Visi Misi Kepala Daerah

24

SAWAHLUNTO SUMBAR INDEKSNEWS Walikota Sawahlunto Deri Asta mengatakan kegagalan mendapatkan transfer Dana Insentif Daerah (DID) dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dalam APBD Kota Sawahlunto Tahun 2020 tidak berpengaruh terhadap pembiayaan pembangunan daerah, khususnya dalam pencapaian program dan visi misi Kepala Daerah sesuai dengan janji janji kampanye Deri Asta – Zohirin Sayuti

Deri Asta mengatakan, sumber pendapatan daerah melalui  DID yang tidak tercapai tersebut dapat ditutup oleh kenaikan penerimaan pendapatan daerah lainnya seperti penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan penerimaan dana perimbangan pusat dan daerah melalui Dana Alokasi Umum (DAU) serta bantuan Dana Hibah pada APBD Kota Sawahlunto tahun 2020.

Deri Asta menerangkan, terjadi kenaikan pendapatan daerah dengan penerimaan DAK dalam APBD Kota Sawahlunto tahun 2020 berjumlah lebih dari Rp 5 Milyar.

” Penerimaan DAK kita naik sekitar Rp 5 Milyar. Selain itu, ada juga kenaikan penerimaan APBD tahun 2020 sebesar Rp 5 Milyar. Jadi, hanya sekitar Rp 10 – 12 milyar dari target pendapatan daerah yang tidak tercapai, dan secara umum tidak terlalu berpengaruh,” kata Deri Asta dijumpai di rumah dinasnya, Jumat (15/11)

Kegagalan DID tahun 2020 yang disebut – sebut berjumlah Rp 35 Milyar adalah angka yang tidak jelas dan tidak ada.Namun memang, dikatakan Deri Asta pada tahun 2019,  Pemko Sawahlunto mendapatkan kucuran DID sebesar Rp 22,5 Milyar.

” DID ini isunya sudah melebar kemana mana hingga menjadi isu politis.  Padahal, angka Rp 35 Milyar itu sebenarnya tidak ada. Jika dibandingkan tahun 2019 kita memang kehilangan sebesar Rp 22,5 milyar. Namun penerimaan tersebut dapat tertutupi dengan sumber penerimaan lainnya  seperti DAK pendidikan sebesar Rp 12 Milyar ( naik 100 %)  dan bantuan rehab rekon berupa dana Hibah dari BNPB sebesar Rp 11.5 Milyar dalam APBD tahun 2020,” terang Walikota Deri Asta

Deri menambahkan, banyak faktor kegagalan DID terutama dengan persyaratan kategori kinerja yang bertambah dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu, persyaratan penerimaan DID hanya berdasarkan kriteria Utama diantara penilaian pelaporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI,  namun di tahun 2020 ada syarat tambahan yaitu penilaian kategori kinerja, salah satunya adalah porsi belanja langsung dalam pengelolaan APBD minimal 25 persen .

Deri Asta mengatakan, pemenuhan kriteria dimaksud cukup berat sebab porsi belanja pembangunan masih diangka kurang dari 25 persen. ” Dari jumlah APBD kita  yang berjumlah Rp 600 Milyar,  tentunya syarat ini menjadi cukup berat dan belum mampu kita penuhi,” ungkap Deri

Untuk memenuhi kategori dimaksud,  memenuhi kesehatan fiskal terhadap pengelolaan keuangan daerah dengan  porsi belanja langsung 25 persen, dikatakan Deri, hanya dapat dilakukan dengan melakukan pengurangan jumlah pegawai dan pemotongan tunjangan pegawai negeri sipil.

” Kalau ini dilakukan lagi, jelas tidak mungkin. Bisa tiarap kita,” katanya

Deri Asta mengakui faktor kegagalan DID lainnya adalah tahun politik Pilkada Tahun 2018, yang secara umum mengganggu kinerja pemerintahan daerah. Tidak hanya di Sawahlunto, namun juga di daerah lain yang menyelenggarakan Pilkada. Deri mengatakan, di tahun 2018 ada tiga kepala daerah yang memimpin Kota Sawahlunto sehingga sangat menggangu kinerja aparatur daerah.

Meski demikian, kegagalan penerimaan belanja pembangunan dari  DID tidak berpengaruh terhadap program dan visi misi Kepala Daerah sesuai dengan janji kampanye Deri Asta – Zohirin Sayuti.  Misalnya, meskipun tejadi  kenaikan pembayaran premi BPJS tahun 2020 sebesar Rp 8 milyar, Pemko Sawahlunto tetap akan mengalokasikan anggaran kenaikan premi BPJS tersebut di tahun 2020.

Program premi BPJS gratis sudah dilaksanakan sejak Oktober tahun 2018 dan akan terus dilanjutkan ditahun tahun berikutnya. Selain itu, Program Pemko yang baru yang tidak pernah dijalankan oleh pemerintah daerah sebelumnya seperti pemberian beasiswa dan pakaian seragam gratis juga akan tetap dilanjutkan di tahun anggaran 2020.

Deri Asta menambahkan program pemberian baju seragam gratis di tahun 2020 akan dilaksanakan oleh masing-masing sekolah sehingga mempunyai dampak ekonomi yang lebih luas terutama bagi para penjahit dan penjual bahan pakaian seragam di Kota Sawahlunto.

Dengan beban APBD yang cukup berat, Pemerintah Daerah belum mampu membangun infrastruktur dengan jumlah biaya besar. Namun demikian,  peluang mendapatkan belanja pembangunan infrastuktur dari pemerintah pusat tersebut masih terbuka lebar dengan status kota heritage UNESCO yang disandang oleh Pemko Sawahlunto

Deri mengatakan, Sawahlunto sebagai kota warisan dunia telah menjadi perhatian pemerintah pusat karena Sawahlunto mendapatkan status tersebut melalui usaha sendiri. Banyak daerah lain di Indonesia terus menerus di bantu pemerintah pusat tapi tidak mendapat pengakuan UNESCO.

” Dengan menyandang status Unesco ini kita berharap pemerintah pusat dapat membantu kita dalam pembiayaan pembangunan Infrastruktur,” ujarnya

Kegagalan mendapat kucuran  DID tahun 2020 tentunya menjadi evaluasi agar pemko dapat bekerja  lebih baik lagi di tahun tahun berikutnya. Deri mengatakan, Pemerintah Daerah bersama satuan kerja terkait terus berupaya melakukan perbaikan terhadap kriteria kinerja dimaksud terutama terhadap bidang pelayanan kesehatan, bidang pendidikan dan infrastruktur masyarakat.

Berbagai program telah dilaksanakan dan akan tetap dilanjutkan. Seperti pada program bedah rumah dimana ditahun 2019 telah dilaksanakan program bedah rumah sebanyak 140 unit. Dalam bidang ekonomi kerakyatan, Pemko juga telah membagikan bibit pinang dan bibit Manggis. Dimana pada Februari 2019 tahap pertama telah disalurkan sebanyak    10.200 untuk empat kecamatan.

” Kita juga sudah Audiensi dengan Bappenas terkait permohonan bantuan anggaran pembangunan jalan Pondok Kapur – Muaro Kalaban, beberapa hari yang lalu. Mudah mudahan dapat dianggarkan pembangunan jalan tersebut di tahun 2020,” pungkas Deri

Facebook Comments

Loading...
loading...