Calon Walinagari Koto Laweh, Muspar : Pemerataan infrastruktur Dan Peningkatan Ekonomi Program Prioritas

30

SOLOK SUMBAR INDEKSNEWS Mewujudkan Nagari Beriman Bertaqwa Dengan Berlandaskan Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah” merupakan visi dan misi Muspar, Calon Walinagari (Cawana), Nagari Koto Laweh, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok,
Sebanyak 53 Nagari di Kabupaten Solok menggelar pemilihan Walinagari serentak pagi ini, Kamis 28 November 2019. Nagari Koto Laweh salah satunya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Solok tahun 2017 menyebutkan Nagari Koto Laweh punya luas wilayah 10 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 290 jiwa. Koto Laweh dapat ditempuh dalam jarak 70 kilometer dari Kota Padang.
Nagari Koto Laweh terbagi dalam dua jorong yaitu Jorong Jariang dan Jorong Ruanggau. Aktivitas pendidikan hanya ada satu sekolah dasar (SD) di Koto Laweh.
Masyarakat desa mayoritas bertani atau berladang. Sumber ekonomi masyarakat sangat bergantung dengan produktifitas tanaman seperti padi atau hasil produksi tanaman ladang masyarakat.
Menanam padi merupakan pekerjaan utama warga disana. Selama menunggu panen padi tiba, ekonomi masyarakat ditopang dengan adanya hasil tanaman hutan atau ladang mereka seperti kemiri, kulit kayu manis, coklat dan tanaman rempah rempah lainnya.
Muspar menilai perlu optimalisasi pemanfaatan Sumber daya alam di Koto Laweh dalam upaya mengembangkan ekonomi masyarakat dengan berkelanjutan.
“Sumber sumber kekayaan alam merupakan sumber ekonomi masyarakat sehingga perlu dijaga dan dirawat dengan baik agar terus produktif, bernilai ekonomi dan berkesinambungan,” sambungnya
Muspar dikenal warga seorang Muslim yang taat dan rajin beridabah. ” Orang Siak” Menurut Muspar penguatan karakter masyarakat perlu dibentuk memakai filosofi Adat Budaya Minangkabau yaitu Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah
” Pembentukan karakter tersebut perlu mendapat dukungan pemerintah Nagari dan peran serta Niniak Mamak, Alim Ulama dan Cadiak Pandai atau didukung oleh Tigo Tungku Sajarangan,” jelas Muspar.
Alumni STM Santur Sawahlunto itu dalam program kampanye mengatakan perlu memperbaiki sarana dan prasarana kesehatan serta pemerataan pembangunan infrastruktur nagari
Dukungan pihak keluarga menjadi modal utama Muspar terjun dalam kancah politik Pilwana. Dikatakannya, dukungan politik juga datang dari sejumlah tokoh di kampung.
” Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan Nagari Koto Laweh,” ujar Muspar menjawab Indeksnews terkait peluangnya meraih kemenangan dalam Pilwana Koto Laweh.
Muspar putra daerah asli Koto Laweh. Ia Lahir pada 20 Oktober 1980 atau 39 tahun, usia muda dan produktif. Muspar meyakini visi dan misi yang ia tawarkan mudah dicerna dan diterima semua lapisan masyarakat.
Muspar punya pengalaman menjadi Aparatur Nagari Koto Laweh. Dikatakannya, pencalonan dirinya beranjak dari niat tulus dan ikhlas untuk mengabdi menjadi pelayan warga Koto Laweh.
Dikatakannya, perlu tata kelola pemerintahan nagari yang bersih, jujur dan transparan. Dengan keterbukaan dan transparansi dapat mencegah terjadinya praktik korupsi.
Dana Desa Koto Laweh juga mendapat Dana Desa. Muspar mengatakan, jumlah APBDes Tanjung Laweh berjumlah sekitar Rp 1 Milyar. Dana tersebut harus dikelola dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat Nagari Koto Laweh.
Muspar menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat menentukan Walinagari. Muspar menegaskan, tidak akan melakukan praktek curang dan melawan hukum seperti menyuap atau politik uang.
” Insya Allah, program visi dan misi ini lebih diterima masyarakat. Dengan adanya Program ekonomi kerakyatan nantinya dapat solusi kita bersama mamacu ekonomi petani di Koto Laweh,” pungkasnya

Facebook Comments

Loading...
loading...