Yayasan Varisa Peduli Akan Bangun Rumah Tahfizd Dan Rumah Yatim Di Kandih

43

SAWAHLUNTO SUMBAR INDEKSNEWS Yayasan Varisha Peduli merupakan lembaga aktif non partisan dalam kegiatan sosial, ekonomi dan kebudayaan semakin tumbuh dan berkembang ditengah tengah kehidupan masyarakat Kota Sawahlunto.
Sejak berdiri 28 Agustus 2018, Varisha Peduli aktif melakukan kegiatan sosial masyarakat. Kiprahnya semakin mendapat tempat di hati masyarakat lewat program sosial seperti program buka lapak baju bekas layak pakai gratis.
Yayasan Varisha Peduli makin dikenal masyarakat melalui program pemberian nasi bungkus gratis bagi kaum duafa setiap hari Jumat. Pada hari itu, puluhan tenaga relawan Varisha terjun langsung ke lapangan mendatangi rumah rumah warga miskin memberikan mereka makanan secara gratis.
Sarlina Putri, Ketua sekaligus Pendiri Yayasan Varisha Peduli ternyata juga mampu menjadi seorang motivator dalam memberikan pemahaman
Islam dengan tugas tugas relawan.
Varisha kini memiliki 200 tenaga dengan 30 pengurus inti. Para relawan niat tulus dan iklas tanpa berharap imbalan. Mereka masuk kampung keluar kampung dalam menjalankan program program sosial mereka.
Kehadirannya semakin dibutuhkan masyarakat kecil melalui program ekonomi kerakyatan, lewat pinjam modal usaha tanpa bunga.
Beranjak memasuki tahun keduanya Yayasan Varisha kini tengah menggagas pembangunan rumah tahfizd dan rumah yatim di sekitar kawasan Kandih Sawahlunto
” Ibu telah menghibahkan tanah ibu seluas 1000 M2 untuk Yayasan Varisha untuk pembangunan rumah tahfiz dan Rumah yatim. Insyallah Tahun Ke 2 ini terwujud,” ungkap Sarlina Putri, Jumat (29/11)
Sarlina Putri mengatakan lokasi pembangunan rumah tahfizd dan rumah yatim tersebut bersebelahan dengan kawasan Perumahan PT Arupadhatu Tanah Hitam Kandih.
Sarlina Putri mengatakan Yayasan Varisha Peduli berharap adanya bantuan atau sumbangan para donatur dalam pembangunan tersebut.
Sarlina Putri mengatakan juga tengah upaya lobi untuk mendapatkan bantuan Aspirasi Dewan Provinsi Sumbar Rico Alviano.
” Mudah – mudahan ada donatur untuk pendirian rumah tahfis dan rumah yatim,’ harap Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Permuseuman dan Peninggalan Bersejarah Kota Sawahlunto tersebut.
 

Facebook Comments

Loading...
loading...