Pemko Sawahlunto Dan CSR Tambang Berikan Bantuan Mesin Dan Pelatihan Menjahit Terampil

174

SAWAHLUNTO SUMBAR.INDEKSNEWS Dengan telah tersedianya mesin jahit yang disediakan oleh Pemerintah Desa dan Kelurahan serta mesin obras yang dibantu disediakan oleh dana sosial perusahaan (CSR) sejumlah perusahaan lokal di Sawahlunto, kini program kerjasama Pemko Sawahlunto dengan PT. Asiaco Batamindo dalam menyerap tenaga penjahit konveksi ‘Kota Arang’ mulai direalisasikan. Langkah awalnya dimulai dengan pelatihan menjahit konveksi itu, dengan instruktur langsung dari PT. Asiaco Batamindo tersebut.
Walikota Sawahlunto Deri Asta dalam sambutannya saat membuka pelatihan menjahit itu, menyebutkan bahwa sebenarnya program ini sudah disusun sejak hampir setahun belakangan ini, baru benar – benar terealisasi sekarang sebab harus melewati prosedur – prosedur birokrasi.
“Setelah pelatihan ini, ibu – ibu dapat segera menjalankan usaha ini dengan efektif dan efisien. Sebab menjahitnya cukup dari rumah saja, mesin jahit ini nanti dipinjamkan pada ibu – ibu, jadi silahkan dijemput bawa ke rumah. Tak perlu pusing mencari pemasaran nanti, sebab dalam kerjasama kita dengan PT. Asiaco Batamindo ini, perusahaan sudah menyediakan bahan kain yang sudah dipotong polanya, sehingga ibu – ibu tinggal menjahitnya. Selesai dijahit, nanti kirimkan ke perusahaan, dan perusahaan akan membayar sesuai jumlah kain yang telah ibu – ibu selesaikan,” kata Deri Asta, Selasa 03 Desember 2019 di Kantor Lurah Saringan, Kecamatan Lembah Segar.
Sehingga, Walikota Deri Asta mengajak agar peluang emas itu dapat dimanfaatkan sebaik – baiknya oleh para ibu – ibu peserta tersebut. Sebab, yang dilatih ini merupakan hasil seleksi, artinya masih banyak lagi masyarakat lain yang berminat untuk mengikuti program tersebut, namun disebabkan keterbatasan jumlah mesin jahit yang bisa dianggarkan penyediaannnya oleh Pemerintah Desa dan Lurah, sehingga tidak semua pendaftar bisa difasilitasi.
Laporan dari Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMTSP – Naker) Sawahlunto, masing – masing desa dan kelurahan menyediakan 10 buah mesin jahit, kemudian ditambah dengan 1 buah mesin obras yang dibantu dengan dana CSR sejumlah perusahaan lokal di Sawahlunto.
“Kita dibantu mesin obras, itu sebanyak 10 unit. Merupakan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari CV. Bara Mitra Kencana (BMK), PT. CBP, PT. DASRAT, PT. GTC, PT. PSPN, PLTU Ombilin dan Bank Nagari. Mesin obras bantuan ini diserahkan untuk 10 Kelurahan di Sawahlunto,” kata Kepala DPMTSP – Naker, Dwi Darmawati.
Ditambahkan Dwi Darmawati, pelatihan menjahit konveksi untuk program kerjasama dengan PT. Asiaco Batamindo ini mulai dilaksanakan Selasa, 03 Desember 2019 dan akan berlangsung sampai 22 hari ke depan. Dengan instruktur langsung dari perusahaan tersebut.
Sejak kemaren (Senin, 02 Desember 2019), Walikota Deri Asta mulai membuka dan meninjau pelatihan menjahit konveksi tersebut, yang juga langsung dihadiri oleh Direktur PT. Asiaco Batamindo, Doni. Kemaren Walikota muda berusia 46 tahun itu membuka pelatihan untuk Kecamatan Talawi dan Kecamatan Barangin yang dilaksanakan di Desa Sikalang.
Sedangkan hari ini (Selasa, 03 Desember 2019), giliran pelatihan menjahit konveksi di 3 Kelurahan di Kecamatan Lembah Segar yang dibuka dan ditinjau Walikota Deri Asta. 3 Kelurahan ini yaitu ; Kelurahan Saringan, Kelurahan Tanah Lapang dan Kelurahan Kubang Sirakuk Selatan.
Membuka kegiatan pelatihan menjahit di 3 Kelurahan itu, Walikota Deri Asta turut didampingi 2 orang Direktur perusahaan tambang di Sawahlunto yang ikut mendukung kegiatan tersebut dengan memberikan bantuan mesin obras, yaitu Direktur CV. Bara Mitra Kencana (BMK) Jhon Reflita dan Direktur PT. CBP Syafwan Effendi.
Ikut memberikan motivasi bagi para peserta pelatihan itu, Jhon Reflita yang juga merupakan anggota DPRD Kota Sawahlunto dari fraksi Partai Perindo mengungkapkan, bahwa sebenarnya kerjasama dengan PT. Asiaco Batamindo sudah diliriknya sebagai peluang bisnis, sampai dirinya juga sudah pernah menawarkan pada Walikota Deri Asta untuk mengambil kesempatan itu untuk dijadikan perusahaan konveksi di Sawahlunto. Namun Walikota Deri Asta menolak tawaran itu, sebab berkomitmen kerjasama usaha menjahit ini memang ditujukan untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat, bukan untuk dijadikan lahan bisnis.
“Perlu saya ceritakan, karena proses penyediaan mesin jahit dari Pemerintahan Desa ini kan cukup lama, mengikuti alur birokrasi, ada pengadaan, lelang dan lain – lain. Nah dalam masa menunggu itu, saya sempat tawarkan pada pak Wali, bagaimana kalau perusahaan saya saja yang mengeksekusi program itu, biarlah saya yang investasi membelikan 100 atau lebih mesin jahitnya. Namun pak Wali tidak setuju, karena ternyata beliau memang inginnya peluang ini bukan kami, bukan perusahaan yang mengambil keuntungan, namun langsung masyarakat, ibu – ibu ini terutama,” tutur Jhon Reflita, yang akrab disapa Jhon BMK.
Untuk itu, Jhon BMK mengharapkan agar komitmen Walikota Deri Asta itu tidak disia – siakan oleh masyarakat para peserta program kerjasama Pemko Sawahlunto dengan PT. Asiaco Batamindo ini. Dengan mengikuti pelatihan dan menjalankan usaha menjahit nantinya dengan maksimal.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur PT. Asiaco Batamindo, Doni mengekspose tentang sistem kerjasama yang ditawarkan, juga menggambarkan bagaimana sejumlah penjahit di perusahaannya yang telah sukses berpenghasilan rata – rata sampai 6 juta rupiah per bulannya.
“Saya rasa intinya pada ibu – ibu semua, seberapa banyak mampu menyelesaikan jahitan ini nanti. Berapa pun selesai, nanti kami siap membayarnya”, kata Doni

Facebook Comments

Loading...
loading...