Neldaswenti Tokoh Peduli Disabilitas Sumatera Barat Dari Sawahlunto

90

SAWAHLUNTO – SUMBAR INDEKSNEWS Ir.Hj.Neldaswenti, M.Si menjadi juara pertama sebagai tokoh peduli disabilitas tingkat Propinsi Sumatera Barat tahun 2019.

Piagam penghargaan serta hadiah diserahkan langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam acara memperingati Hari Disabilitas Internasional (DHI) tingkat Provinsi Sumbar di Lapangan Imam Bonjol Padang, Selasa (3/12)

Neldaswenti seorang Pendiri Yayasan Rumah Tia, sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB) bagi anak – anak  berkebutuhan khusus di Sawahlunto. Berkat usaha dan kerja kerasnya, puluhan anak ABK di Kota Sawahlunto kini telah dapat belajar dan bermain di SLB Rumah Tia.

SLB Rumah Tia  juga memberikan fisioterapy, menerima ABK yang tidak diterima di sekolah lain. Bahkan, menerima terapi bagi anak-anak sekolah umum yang sulit berkonsentrasi dalam belajar.

Bahkan pemerintah kota mendorong semua ABK dari keluarga tidak mampu untuk tetap bersekolah dengan program memberikan uang transport sekolah sebesar 30.000 /hari.

Dan setiap tahun pemko menyelenggarakan workshop dan Assasement untuk ABK tanpa dipungut biaya dengan mendatangkan ahli-ahli dari pulau Jawa untuk memastikan perkembangan positif ABK meraih cita-cita mampu hidup mandiri.

Politisi DPRD Sawahlunto sejak lama ( tiga periode) dikenal gigih dalam memperjuangkan anggaran untuk ABK yang sempat di hilangkan oleh Pemko Sawahlunto di tahun 2016.

Neldaswenti  mengungkapkan, saat ini setiap 250 kelahiran terdapat 1 anak disabilitas, jumlah ini meningkat. sejak 10 tahun terakhir. Untuk itu, dikatakannya,  penanganan ABK harus  mendapat porsi yang sesuai  seperti adanya workshop atau balai latihan kerja utk ABK, Kelas kemandirian ABK di Puskesmas, Cooking class untuk ABK, dokter spesialis secara berkala serta porsi tampil seni budaya untuk ABK

ABK juga berhak mendapatkan bantuan sosial sebab sebagian besar ABK di Kota Sawahlunto berasal dari keluarga kurang mampu. Banyak kejadian peristiwa, ABK ditemukan dalam keadaan dikurung bahkan dipasung di dalam rumah karena dianggap aib atau beban oleh keluarganya.

Kondisi penyandang disabilitas sebagian besar  hidup dalam kondisi rentan, terbelakang atau miskin karena masih ada pembatasan, hambatan kesulitan dan pengurangan bahkan penghilangan hak-hak disabilitas.

Disaat itulah, Neldaswenti hadir memberikan keyakinan serta motivasi kepada keluarga ABK khususnya orang tua,  agar ABK diperlalkukan lebih baik, agar ABK mendapatkan pendidikan layaknya anak normal lainnya.

” Anak ABK punya hak sama dengan yang lain dalam mendapatkan layanan pendidikan. ABK juga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan ramah disabilitas. Tujuannya, Agar mereka minimal dapat hidup mandiri dikemudian hari,”ujar Neldaswenti, Ibu dari Mutia, Anak Istimewa.

Melalui perjuangan politiknya, kini setiap ABK datang ke sekolah mendapatkan penggantian uang transport dari pemerintah Kota Sawahlunto

Uang intensif tersebut terbukti  menambah semangat anak datang ke sekolah, namun juga sangat membantu meringankan beban biaya orang tua ABK.

Neldaswenti juga berhasil melakukan pendekatan kepada masyarakat atau orangtua ABK sehingga tidak lagi malu dan menyembunyikan amanah spesial mereka.

Meskipun mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Peduli Disabilitas hal itu tidak punya pengaruh bagi dirinya. Tanpa penghargaan itupun Neldaswenti mengatakan tetap akan terus  memperjuangkan hak hak kaum marjinal dan penyandang disabilitas.

Sementara itu, dalam peringatan HDI tersebut,  Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menekankan 19 kabupaten dan kota mesti bersikap adil, terutama bagi mereka penyandang disabilitas.

“Untuk itu kabupaten dan kota mesti penuhi segala hak azazi mereka penyandang disabilitas dengan program dan kebijakan,” ujarnya saat peringatan Hari Disabilitas Internasional 2019 di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Selasa (3/12).

Lebih lanjut kata Irwan, apalagi pemerintah sangat diamanahkan dalam pengelolaan masyarakat tanpa membeda-bedakan.

“Maka, dari segi fasilitas kita telah memberikan akses seperti jalan khusus penyandang disabilitas, kemudian hak mereka bekerja. Bahkan mereka yang memiliki potensi namun disabilitas kita berikan peluang, begitupun dengan sekolah ada yang diperuntukan bagi disabilitas,” katanya.

“Jadi tidak ada lagi masyarakat yang memandang mereka sebelah mata. Sebab, mereka juga memiliki potensi dan keahlian seperti masyarakat pada umumnya,” tambahnya.

Sementara itu, Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, pentingnya  penegakan hak disabilitas di setiap sektor kehidupan. Oleh karenanya dalam hari disabilitas internasional sebagai kekuatan dalam melibatkan penyandnag disabilitas dan menempatkan mereka sebagai potensi bangsa yang produktif.

Facebook Comments

Loading...
loading...