Banang Cafe di Nanggalo, Bernuansa Islami dan Harga Terjangkau

Padang – Sudah menjadi suatu tempat alternatif untuk berkumpul, bercerita serta bergurau satu sama lain sesama teman sebayanya generasi milleneal. Nongkrong pada zaman sekarang banyak diminati kaum millenial serta sangat familiar di telinga anak-anak muda.

Nongkrong sudah sebagai kebutuhan yang merupakan ajang berinteraksi diri dengan lingkungan sekitarnya. Berbagai tempat yang bisa dikunjungi sebagai lokasi nongkrong seperti Batang Air Nanggalo (Banang) Cafe di Kelurahan Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.

Suasana Batang Air Nanggalo (Banang) Cafe bersih dan nyaman.

Banang Cafe tempat sentral untuk berkumpul untuk mengisi Hari – hari berintegrasi sesama kaum millenial nongkrong menjadi sasaran empuk dan terkadang juga tempat rileks berjumpa teman- teman sepantaran.

Namun, soal nongkrong mendapatkan berbagai tanggapan bagi masyarakat. Karena persepsi setiap masyarakat berbeda – beda ada yang berasumsi baik dan ada yang beranggapan budaya yang negatif.

Seperti berbagai golongan lalu dilanjutkan kebiasaan nongkrong di Tempat – tempat favorit. Karena di situ lebih dapat berinteraksi dengan Teman – teman lawan interaksinya dan juga tempat nongkrong sebagai wadah untuk berdiskusi satu sama lain. Sekaligus menambah wawasan, memperluas koneksi dan tempat menyalurkab aspirasi aspirasi yang ada.

Pembina Batang Air Nanggalo (Banang) Cafe Osman Ayub menjelaskan, Banang Cafe adalah organisasi koperasi Rumah Juang Sejahtera (RJS) merupakan unit usaha koperasi Ketua Fernandes.

Banang Cafe ini menjadi pesona baru jadi lokasi rekreasi dan wisata kuliner tradisional di Kota Padang dan berdiri sejak tahun 2019. Banang kafe adalah usaha bersama, bukan milik pribadi atau tokoh tertentu. Koperasi punya legalitas, akta dan badan hukum yang sah, ujarnya Osman Ayub ketika bersilaturahmi dengan Ketua AWII Sumbar Firman Wanipin, Senin (08/07/2020) Siang.

Suasana Batang Air Nanggalo (Banang) Cafe.

Selian itu, Osman Ayub juga menjelaskan, bila ada anggapan Banang Cafe milik pribadinya. Hal itu merupakan pandangan yang salah. Banang Cafe kalau dianggap atau disamakan dengan cafe Remang – remang dan ada tindakan maksiat, juga suatu kesalahan.

Osman Ayub Ketua Komisi III DPRD Padang mengatakan, keberadaan Banang Cafe sudah menghilangkan dan memberantas maksiat dan tindakan negatif di kawasan pinggir banjir kanal dekat jembatan Siteba, dijadikan tempat berbuat maksiat dan transaksi narkotika.

Terkait lokasi jalan dipinggir banjir kanal itu penuh semak belukar sehingga potensi dijadikan lokasi maksiat dan hal negatif lainnya. Warga sudah resah dan tak tahu lagi cara untuk memberantas. Makanya digerakan untuk jadi lokasi produktif unit usaha Koperasi Rumah Juang Sejahtera (RJS), tegasnya.

Suasana Batang Air Nanggalo (Banang) Cafe.

Buktinya kini usaha Banang Cafe menjadi lirikan banyak masyarakat dari berbagai golongan untuk menikmati makan siang dan minum kopi malam. Banyak yang beranggapan bahwa cafe identik dengan muda – mudi dan remang – remang. Fakta itu berbeda dengan pengelolaan Banang Cafe yang secara terang benderang bila malam hari tiba. Tidak ada yang ditutupi, apalagi jadi lokasi remang-remang. Bagi yang tak percaya silahkan untuk membuktikannya, ujarnya dihadapan awak media.

Keberadaan Banang Cafe mendapat dukungan dan respon positif masyarakat sekitar. Kedepan rencana koperasi menyediakan kios untuk jualan kuliner tradisional Minangkabau, agar bisa termanfaatkan lokasi seluruhnya dan bergerak ekonomi masyarakat sekitarnya.

Suasana Batang Air Nanggalo (Banang) Cafe.

Unit usaha Banang Cafe dikelola oleh para pemuda Nanggalo dan masyarakat sekitar juga dilibatkan sebagai pekerja. Jumlah personel pengelola sekitar 16 orang termasuk tenaga kebersihan.

Sementara itu, Ketua Koperasi Rumah Juang Sejahtera (RJS) Fernandes menyebutkan, saat kini jumlah anggota koperasi 100 lebih orang. Maka pengelolaan unit usaha dengan melibatkan anak nagari yang tergabung dalam anggota.

Usaha Banang Cafe beroperasi sekitar lima bulan terakhir, buka mulai siang pukul 11.00 WIB hingga tutup pukul 23.00 WIB. Semoga usaha bersama ini memberi nilai dan manfaat bagi anggota dan masyarakat lingkungan, ujarnya.

Selian itu, usaha selain Banang Cafe juga ada simpan pinjam. Boleh setiap anggota meminjam Rp.1.000.000,- juta dengan syarat hanya cukup Kartu Keluarga (KK) saja. Setelah ada usulan, disurvei oleh tim Koperasi Rumah Juang Sejahtera (RJS) dan bila layak dipinjamkan akan diberikan. Apabila tidak mau membayar atau macet, saksi bagi anggota keluarga yang lain tidak bisa meminjam lagi ke koperasi, tuturnya.

Toni Ardy Ketua RT. 02/RW.05 Kelurahan Kampung Olo mengatakan, kehadiran Banang Cafe yang masih berumur lima bulan ini, berdampak positif bagi lingkungan sosial. Segi positifnya, tidak ada lagi muda mudi memanfaatkan kegelapan tempat ini sebagai tempat untuk berbuat mesum.

Dengan hadirnya Banang Cafe, lokasi ini menjadi ramai. Sehingga tidak berpeluang terjadinya tindak kejahatan, kami dan warga sekitar sangat terbantu dengan hadiran Banang Cafe ini, ujarnya.

Sebelah kanan Rahma Elvitria.

Respon pengunjung Rahma Elvitria juga mengatakan, disini menyajikan makanan yang berkualitas, harga terjangkau, dengan suasana tempat tongkrongan yang nyaman.

Bahkan Banang Cafe ini terbilang memiliki fasilitas yang tak biasa. Sebab selain menawarkan menu makanan, kopi dan resto, juga menyuguhkan fasilitas yang lengkap dari free WiFi 100 Mbps, colokan disetiap meja, free nonton film, free game hingga fasilitas penunjang lain.

Banang Cafe ini biasanya ramai pengunjung di sela makan siang. Karena karyawan dan pekerja kantoran sangat antusias memanfaatkan Banang Cafe sebagia lokasi tongkrongan makan siang atau sekedar kumpul.

“Ayo datang, cobain menu-menu baru disini. Kalau kalian pengen makanan kualitas premium tapi harga terjangkau, disini cocok. Kalau untuk mahasiswa mau ngerjainnya tugas, internetnya tercepat,” pangkasnya.