Tahanan KPK, Bupati Solok Selatan Nonaktif Dititipkan di Rutan Polda Sumbar

Solok Selatan
Bupati Solok Selatan nonaktif Muzni Zakaria, yang merupakan tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi dalam pembangunan Masjid Agung solok Selatan dan pembangunan Jembatan Ambayan, dititipkan di Rumah Tahanan Polda Sumatera Barat, pada Selasa (2/6/2020) pagi.

Hal itu disampaikan JPU KPK, Riki B. Maghaz Cs, bahwasanya setelah dilakukan penyidikan selama lebih kurang 130 hari, terdakwa telah dipindahkan dari rutan KPK ke Rutan Polda Sumbar dan untuk pemberkasan telah dilimpahkan ke PN untuk segera disidangkan.

Riki mengatakan terdakwa tidak ditahan di Rutan Anak Air Padang karena beberapa kendala.

“Peraturan dari Kemenkum dan HAM yang tidak menerima tahanan dalam kondisi pandemi Covid-19. Dan juga di Rutan Anak Air Padang sudah ada terdakwa lainnya yakni Muhammad Yamin Kahar. Karena dalam aturannya, pelaku dalam perkara yang sama harus dipisah,” katanya.

Berdasarkan berkas dakwaan pertamanya diancam undang-undang pasal pasal 12 huruf (b). Kedua pasal 11 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), yang sama-sama menerima barang atau uang.

Sementara itu Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Sumbar AKBP Zulkifli Maralas di Padang, Selasa, mengatakan pihaknya menerima titipan tahanan KPK sekitar pukul 10.00 WIB.

Bupati Solok Selatan nonaktif tersebut telah diantarkan petugas dan Jaksa KPK ke Mapolda Sumbar dan dilakukan serah terima.

Menurut Zulkifli sebelum dimasukkan ke Rutan Mapolda Sumbar, pihaknya harus memastikan tahanan tersebut telah memiliki surat keterangan bebas COVID-19, kemudian berita acara penahanan serta berita acara penitipan tahanan dari KPK.

Ia mengatakan alasan penitipan ini mungkin karena kasus perkara ada di Sumatera Barat sehingga pelaksanaan sidang di sini dan dititipkan di Rutan Polda Sumbar.

BACA JUGA  Terkait Covid-19, Evi Yandri: Desak Seluruh Pemda Kabupaten dan Kota Segera Bagikan Bantuan Pangan dan APD

“Tahanan ini akan bergabung dengan ratusan tahanan lainnya dan tidak ada perlakuan khusus,” ujarnya.

Facebook Comments