Diduga Terlilit Hutang, Seorang Warga Ditemukan Tewas Gantung Diri

Warga
Ilustrasi
Tanah Datar, Indeksnews.com – seorang warga di Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Peristiwa itu diketahui dari penemuan sesosok mayat seorang warga yang lokasinya agak jauh dari pemukiman, Sabtu 21/11/2020, sekira pukul 14.15 WIB.

Mayat seorang warga tersebut diketahui bernama Igit Marlis, 40 tahun.

Diduga ia bunuh diri beberapa hari yang lalu. Sebab mayat tersebut telah mulai mengeluarkan bau.

Mayat tersebut awalnya ditemukan oleh Ari Sisnanda, 34 tahun, M. Aditia, 26 tahun, dan Rahul, 20 tahun, semuanya warga Galapuang, Jorong Koto Gadang, Nagari Pangian.

Saat itu Mereka tengah mencari tumbuhan porang-porang di dalam kebun dan lereng-lereng sepanjang rimba yang ada di kawasan tersebut.

Mulanya, mayat tersebut ditemukan tanpa identitas, karena kondisi tubuh sudah mulai membusuk. Setelah informasi beredar, akhirnya diketahui jika mayat tersebut merupakan warga Jorong Sawahan, Nagari Pangian, bernama Igit Marlis, yang hilang sejak dua pekan terakhir.

Saat berada di salah satu kebun karet di kawasan Lokuok Dugo, ketiga warga yang mencari tumbuhan untuk dijual itu mencium bau busuk.

“Awalnya ditemukan oleh para saksi berupa tengkorak tanpa identitas, diperkirakan jenis kelamin laki-laki, berpakaian celana pendek jeans warna biru,” ujar Kapolsek Lintau Buo, Iptu Surya Wahyudi, saat dijumpai di Puskesmas Lintau Buo, Sabtu (21/11/2020) sore.

Kapolsek menjelaskan, saat saksi mencari tumbuhan porang-porang di kebun karet, mereka mencium bau busuk dan amis. Kemudian, para saksi mencari asal bau tersebut.

“Awalnya ditemukan kaki dengan pakaian celana pendek dan selanjutnya saksi menemukan tengkorak yang lebih kurang 100 meter dari kaki ditemukan sebelumnya. Para saksi kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada masyarakat,” ujar Kapolsek.

Surya mengungkapkan, jika mayat tersebut murni gantung diri, karena di lokasi di jumpai seutas tali yang masih terikat di sebuah pohon karet, dan tubuh mayat berada di bawah tali tersebut.

“Jadi, karena sudah lama dan mulai membusuk, kepala dan tubuh sudah berpisah. Tubuh sudah tergeletak di atas tanah dekat pohon. Dan kepala sudah menggelinding beberapa meter dari badan,” jelas Kapolsek Lintau Buo Utara tersebut.

Dalam hujan lebat, jenazah dievakuasi ke Puskesmas Lintau Buo di Tigo Jangko. Polsek juga mengamankan seutas tali yang masih terikat di pohon karet saat mayat ditemukan.

Informasi soal identitas korban terungkap setelah polisi menelusuri tentang orang hilang. Ternyata ada salah satu warga Jorong Sawahan, Nagari Pangian yang mengaku kehilangan suaminya.

“Kami mendatangi keluarga tersebut dan membawanya ke Puskesmas. Setelah memeriksa isi kantong celana dari mayat ditemukan satu buah kunci motor yang dikenal oleh si istri. Dengan petunjuk itu, dapat dipastikan bahwa mayat yang ditemukan gantung diri itu adalah mayat yang bernama Igit Marlis, 40 tahun,” sebut Kapolsek.

Igit Marlis merupakan sumando warga Pangian, kampung asalnya di Tanjung Bonai Aur, Sijunjung. “Pihak keluarga sudah dikabari. Nantinya, di mana akan dikuburkan sesuai kesepakatan antara istri dan keluarga,” jelasnya.

Dari keterangan sang istri, kata Kapolsek, diketahui jika Igit, pergi dari rumah pada pagi hari sekitar 15 hari yang lalu.

“Kuat dugaan korban depresi karena terlilit hutang. Selama masa hidupnya, korban merupakan toke (membeli dan menjual) padi di kampung. Informasi dari sang istri memang benar bahwa perginya karena ada masalah hutang piutang. Dalam usaha itu, lanjut Kapolsek, Igit belum membayar padi yang dibeli,” kata Surya.(Kay)

loading...