Ahli Fatwa: Terdapat Kesyirikan Besar dalam Game PUBG

Fatwa
Syaikh Prof. Dr. Sulaiman bin Salimullah Ar Ruhaili Ahli Fatwa Universitas Islam Madinah, Pengajar tetap masjid Nabawi, mengatakan bahwa ternyata didalam game PUBG ada pengagungan terhadap berhala-berhala.

Hal ini dinyatakan Ahli Fatwa Universitas Islam Madinah tersebut dalam postingan akun twitter resminya pada selasa (2/6/2020).

“Dahulu saya pernah ditanya lebih dari 9 bulan yang lalu tentang game PUBG. Saya berfatwa akan keharamannya dan saya sebutkan ia dapat membuka banyak celah keburukan” tulisnya di awal postingan tersebut.

Syaikh Prof. Dr. Sulaiman bin Salimullah Ar Ruhaili juga mengatakan memperbaharui fatwanya yang ternyata dalam game tersebut ada pengagungan terhadap berhala-berhala.

“Berhala itu dapat memberi manfaat dan barang siapa yang mengagungkannya, makai ia mendapatkan senjata yang lebih kua. Inilah kedzaliman dan syirik besar. Maka wajib bagi tiap muslim untuk menjauhi game tersebut dan melarang anak-anaknya dari memainkannya” tulisnya.

Fatwa

Sebelumnya bahayanya game PUBG bagi umat muslim memang menjadi polemik hingga ke Indonesia.

Tahun 2019 Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempertimbangkan mengeluarkan fatwa haram game PUBG. Namun, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr H Anwar Abbas, M.M, M.Ag mengatakan bahwa memainkan permainan elektronik, termasuk PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) hukumnya boleh, selama permainan tersebut tidak menimbulkan efek negatif.

“Pada prinsipnya, permainan itu, hukum dasarnya boleh,” kata Anwar di Jakarta, Senin (24/6/2019).

Namun, kata dia, jika permainan itu sampai merusak moral yang memainkan permainan tersebut, maka jadi haram hukumnya.

PUBG merupakan salah satu game yang populer di Indonesia, yang juga dilombakan dalam kompetisi eSports di level lokal maupun dunia. Beberapa tim eSports Indonesia juga diketahui ikut bertarung dan mencatatkan prestasi dalam kompetisi PUBG dunia.

Facebook Comments

BACA JUGA  Noviyanty, Ketua Amida Sumbar Berbagi Inspirasi untuk Kemajuan Museum di Tanahair