Harga Sawit Naik Rp1.200 Perkilo

Sejak sepekan terakhir harga tandan buah segar Kelapa Sawit di Kabupaten Sijunjung mulai mengalami kenaikan, menyentuh kisaran Rp1.200 perkilogram. Dari sebelumnya terjun bebas ke harga Rp600- Rp700 sekilo, petani jadi stres.

Atas fenomena ini masyarakat mulai berdebar, seakan optimis bisa kembali memenuhi kebutuhan keluarga. Karena penjualan produk perkebunan di sebahagian wilayah Sijunjung cukup menjadi andalan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Maka harga jual produk perkebunan ikut menjadi penentu.

Salah-seorang petani kepala sawit di Muarotakung, Kecamatan Kamangbaru, Usman Afandi, mengatakan, harga jual kelapa sawit kualitas bagus mencapai Rp1.200 perkilogram. Untuk kualitas menengah sedikit lebih murah, yakni dikisaran Rp1000-Rp1.100 sekilo.

Mengalami kenaikan 10,5 persen dari waktu sebelumnya, yang hanya dibandrol Rp800-Rp1000 perkilogram. Bahkan kondisi harga terendah ini sudah berlangsung cukup lama, hampir lebih 7 bulan terakhir. Tak pelak masyarakat pemilik/penggarap kebun sawit mulai merasa stres, dan putus asa.

“Sedikit mengalami kenaikan, dengan harga jual ditingkat tauke Rp1.200 sekilo,” ujarnya, kemarin

Hal senada juga diungkapkan petani lainnya, Amir,50, Warga Jorong, Kotoranah, Muarotakung. Harga jual tandan buah kelapa sawit berkisar Rp1.200 perkilogram. Kenaikan harga telah berlangsung sejak sepekan terakhir, hingga para masyarakat mulai sedikit dapat bernafas lega.

Biaya penggarapan tanaman sawit terbilang cukup mahal, mulai dari proses perawatan rutin sampai pemupukan bahkan menelan biaya hampir 70 persen dari harga jual sekarang, Rp1.200. Itu belum termasuk biaya panen dan upah angkut ke tempat penjualan/ pabrik pengolahan yang terdapat di nagari setempat.

“Kalau dari luar Nagari Muaro Takung, tentu biaya angkut ke pabrik menjadi lebih mahal lagi,” tukasnya.

Wali Nagari Muaro Takung, Iswadi, mengharapkan, pihak Pemerintah harus mendesak kalangan pengusaha hingga mentapkan harga penjualan kelapa sawit di tingkat petani secara layak. Dimana harga jual saat ini Rp1.200 masih jauh dari harapan, karena biaya pengelolaan tanaman sawit sangat mahal.

“Setidaknya harga jual kelapa sawit dipatok dikisaran Rp2.500 sekilo. Bila dibawah itu, nasib petani sulit bangkit, untuk memenuhi kebutuhan harian pun tak cukup,” tegasnya. (***)

Facebook Comments

Loading...
loading...