Kabut Asap Selimuti Sijunjung

Berbagai Elemen Masyarakat Mengutuk

Sijunjung –  Wilayah Kabupaten Sijunjung kembali diselimuti kabut asap kiriman, jarak pandang kian terbatas, disertai bau menyengat. Berbagai elemen masyarakat desak aparat hukum dan segenap pihak terkait segera ambil langkah tegas bagi para pelaku pembakar hutan, tanpa pandang bulu.

Sepanjang Rabu (26/10), kondisi udara Sijunjung sangat tak bersahabat, plus menebarkan bau menyengat.  Kontan saja masyarakat di-seantro Kabupaten Sijunjung menjadi resah, aktivitas warga terganggu, gangguan kesehatan mengancam.

Bagi kalangan pengendara yang melintas di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Sijunjung, sepanjang hari kemarin pun merasa waswas, akibat jarak pandang cukup terbatas. Untuk menghindari malapetaka dijalan raya, para pengendara saling menghidupkan lampu depan sebagai aba-aba.

“Kondisi ini lebih parah dari hari-hari sebelumnya, di sejumlah titik jarak pandang bahkan hanya menenbus 100 meter,” cetus Marwan,40, salah-seorang sopir travel asal Kabupaten Dharmasraya.

Akibat pekatnya kabut asap, sepanjang Rabu (16/10) juga memaksa warga masyarakat kembali memakai masker saat keluar rumah. Tak terkecuali dengan kalangan anak-anak/pelajar saat pergi ke sekolah, pakai kain penutup hidung dan mulut.

“Saat ini kabut asap tidak hanya membuat jarak pandang terbatas, namun juga menebarkan bau menyengat, terasa perih di hidung,” ujar Samsuir, seorang warga Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung.

Sejumlah organisasi pemerhati sosial lingkungan mendesak agar aparat hukum dan segenap institusi terkait segera mengambil sikap tegas bagi para pelaku terduga pembakar hutan, di mana pun, tanpa pandang bulu. Karena ulah mereka hanya merusak ekosistem, serta juga menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat.

“Harus ditindak tegas, jangan ada toleransi.  Dimana pun pelaku pembakaran hutan melakukannya,” desak Febriboy Arnendra selaku aktifis sosial lingkungan Kabupaten Sijunjung.

Informasi terbaru, Rabu (16/10) sore, Pemkab Sijunjung akhirnya mendadak meliburkan anak sekolah (SD – SMA)  hingga Sabtu (19/10) mendatang.  Mengingat kondisi udara akibat kabut asap telah masuk katogori tak sehat.

Kebijakan tersebut dibenarkan Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin , saat dikonfirmasi media ini via telfon genggamnya, kemarin sore.

“Kondisi udara Sijunjung telah masuk kategori tak sehat, hingga kalangan pelajar terpaksa diliburkan sampai Sabtu depan,” tegasnya. (***)

 

 

Facebook Comments

Loading...
loading...