Sebar KTP Ketua KPU Sumbar di Medsos, Petugas Covid-19 Dilaporkan ke Mapolda Sumbar

amnasmen
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat Amnasmen mengadukan Petugas posko Covid-19 Lubuk Paraku, Kabupaten Solok pada Sabtu, (16/5/2020) ke Mapolda Sumbar.

Petugas yang merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) BPBD Kota Padang tersebut bernama Rita Sumarni. Ia dilaporkan Ketua KPU Sumbar ke Mapolda Sumbar terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan melalui akun facebook pribadinya Rita Sumarni.

Ketua KPU Sumatera Barat Amnasmen mendatangi Mapolda Sumbar di Padang, Sabtu sekitar pukul 10.00 WIB bersama penasehat hukumnya Armadepa dan dua pengacara lainnya.

Penasehat hukum Amnasmen, Armadepa mengatakan pengaduan ini fokus terhadap tindakan oknum petugas di pos perbatasan Kota Padang dengan Kabupaten Solok di Lubuk Peraku yang membuat postingan di akun facebook bernama Rita Sumarni.

“Kita sudah kantongi bukti berupa foto postingan tersebut yang berisi foto KTP dan tiga video,” ujarnya saat dikutip dari antara.

Menurut dia tindak pencemaran nama baik sendiri diatur dalam pasal 27 ayat 3 Undang-undang 19 2016 tentang perubahan penggantian Undang-Undang 11 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sebelumnya postingan dengan kata-kata, “MENGAKU KETUA KPU SUMBAR TAPI TIDAK ADA SURATNYA SATUPUN DENGAN DATA DAN SURAT JALANNYA DARI KPU SUMBAR KTP NYA SOLOK TIDAK DIBOLEHKAN MASUK PADANG DIA MELAWAN PETUGAS COVID 19 POSKO LUBUK PERAKU PADANG” viral di Facebook.

Sementara itu Ketua KPU Sumatera Barat Amnasmen mengatakan pelaporan ini dilakukan karena dirinya tidak menerima KTP miliknya diposting di akun facebook yang bersangkutan.

Ia mengatakan adanya Nomor Induk Kependudukan dirinya tersebar luas dan risikonya juga besar.

Selain itu tindakan merekam video plat mobil dinas disorot sedemikian rupa baik di depan dan belakang seakan-akan ini mobil hasil tindak kejahatan.

“Saya jadi bertanya apa seperti ini prosedur pekerjaan tim COVID-19 atau ingin mempermalukan atau insiatif pribadi,” ujarnya.

Ia mengatakan akibat dari persoalan ini dirinya dihubungi mulai dari KPU Aceh hingga Papua untuk mengonfirmasi postingan tersebut.

“Sebagian besar mereka menanyakan KTP saya yang tersebar luas di internet,” kata dia.

Ia mengaku setelah meninggalkan KTP di pos tersebut dirinya sudah memaafkan oknum petugas tersebut namun karena ada postingan di facebook tersebut membuat dirinya mengadukan hal ini.

“Saya selalu bolak balik Padang-Solok, tiga kali dalam seminggu dan selama ini aman saja, baru kemarin ada masalah. Kita selama ini patuh selalu menjalani protokol yang ada,” ujarnya.

 

Facebook Comments

BACA JUGA  Pasien Positif Covid-19 Ngamuk, Kerjar dan Peluk Warga Saat Dijemput Petugas