Dalam 18 Bulan Terakhir, KPUD Pessel Catat Kenaikan DPS 2 Persen

KPUD
Ketua Komisioner KPUD Pesisir Selatan, Epaldi Bahar
Pesisir Selatan, Indeksnews.comKomisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat mencatat adanya penambahan jumlah sebanyak 6.642 ribu pemilih di Pilkada 2020.

Ketua Komisioner KPUD, Epaldi Bahar, mengungkapkan terjadi peningkatan sebesar 2 persen jika dibandingkan dengan jumlah pemilih pada Pileg April 2019 atau sejak 18 bulan terakhir. Penambahan sesuai hasil pencocokan dan pebelitian yang dilakukan petugas ad-hoc.

“Kendati demikian, ini baru Daftar Pemilih Sementara (DPS). Nanti dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) bisa jadi bertambah atau berkurang,” ungkapnya menjawab wartawan di Painan, Rabu 9 September 2020.

Berdasarkan catatan KPUD jumlah DPS di Pilkada 2020 berjumlah 337.902 pemilih atau naik 2 dari Pileg 2019 sebanyak 331.260 pemilih. Dari 15 kecamatan yang ada, lanjut Epal, 4 diantaranya terjadi pengurangan jumlah pemilih.

Adapaun 4 kecamatan itu antara lain Kecamatan Pancung Soal dan Lunang. Kemudian Kecamatan Koto XI Tarusan dan Kecamatan Lengayang. Sedangkan 11 kecamatan lainnya terjadi kenaikkan jumlah pemilih.

“Peningkatan paling tinggi terjadi di Kecamatan IV Jurai, dari 32.598 pemilih pada Pileg 2019 menjadi 34.525 pemilih untuk Pilkada dan Kecamatan Linggo Sari Baganti, 32.192 pemilih, menjadi 33.026 pemilih,” terangnya.

Meski begitu, lanjut Epaldi, jumlah DPS bisa berubah, sesuai uji publik terkait DPS yang dikeluarkan. Karena itu, KPUD meminta peran aktif dari partai politik dan maayarakat untuk sama-sama mengawal DPS, khususnya sesudah coklit ini.

Penambahan pemilih dikarenakan adanya penambahan jumlah penduduk yang memasuki usia wajib pilih. Selain itu, adanya anggota TNI/Polri yang memasuki usia pensiun, sehingga memiliki hak pilih.

“Sementara pengurangan terjadi akibat adanya masyarakat yang meninggal dunia. Pindah ke luar daerah atau adanya yang baru lulus menjadi anggota TNI/Polri,” tutupnya.

Dps 337.902 pemilih untuk 2020. Angka ini bisa saja berubah melalui uji publik. Kami minta parpol mengawal itu, apalagi kalau ada yang meninggal dunia setelah proses coklit.

Dibandingkan 6.642 orang atau 2 persen selama 18 bulan sejak april 2019. 11 kecamatan bertambah dan 4 kecamatan berkurang. (Kay)

loading...