Pengedar Narkoba di Agam Baku Hantam dengan Polisi Sebelum Ditangkap

Seorang pengedar sabu-sabu di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berhasil diringkus petugas, Selasa (25/6/2019) malam. Penangkapan itu berlangsung dramatis. Tersangka berhasil dilumpuhkan setelah sebelumnya berupaya melawan. Tersangkapun pura-pura kesurupan saat dibawa ke rumahnya, agar ulahnya tidak diketahui keluarga.

Tersangka Rizal alias Kacak (40), ditangkap polisi di kawasan Kelok, Kampung Sungai Angek, Kenagarian Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Selasa (25/6/2019) sekitar pukul 21.30 WIB.
Tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu ini ditangkap saat akan transaksi di pinggir jalan namun ia mencoba melawan hingga terjadi baku hantam dengan polisi. Namun, petugas berhasil melumpuhkan tersangka dalam kondisi babak belur. Rizal yang dikenal sebagai jagoan kampung ini masih berupaya membuang satu paket kecil sabu-sabu siap edar ke atas jalan di bawah sepeda motornya.
Ketika digeledah, dari kantong kiri celana tersangka ditemukan kotak berisi 33 paket sabu berbagai ukuran. Polisi juga menemukan uang tunai Rp200.000 yang diduga uang penjualan sabu. Tersangka pun mengaku paket sabu-sabu tersebut terdiri atas paket yang akan dijual seharga Rp100.000, Rp200.000, dan Rp300.000.
Polisi kemudianmenggelandang tersangka ke rumahnya yang berada tak jauh dari lokasi penangkapan untuk pengembangan kasusnya. Namun, dalam perjalanan menuju rumahnya, tersangka tiba-tiba berulah dengan berpura-pura kesurupan.
Kasat Narkoba Polres Bukittinggi AKP Pradipta Putra Pratama mengungkapkan, penangkapan tersangka berawal dari informasi warga yang resah dengan ulahnya. Karena, sebagai jagoan kampung, tersangka disebut-sebut kerap meracuni pemuda dan pelajar di kampungnya untuk membeli dan mengkonsumsi sabu-sabu miliknya.
“Kami telah mengamankan seorang pemuda dengan inisial R atas dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Di TKP pertama kami mengamankan tersangka di pinggir jalan dengan barang bukti satu paket kecl sabu lalu kemudian digeledah dan dalam kotak dalam kantong celana kiri tersangka kami temukan 33 paket sabu siap edar. Tersangka sudah diamankan dan masih kita sidik dan dalam,” ungkap AKP Pradipta.
Di rumah tersangka, petugas menemukan alat hisap sabu-sabu nerupa kaca pirek dan plastic pembungkus sabu di dalam lemari pakaian.
Kini, tersangka dan barang bukti sudah dibawa ke Mapolres Bukittinggi untuk penyelidikan lebih lanjut. Tersangka dijerat undang-undang penyalahgunaan narkotika dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.
Sumber: SindoNews

Facebook Comments

BACA JUGA  Oknum ASN Bapenda Padang Terjaring OTT Terkait Pengurusan BPHTB