Peniadaan Salat Jumat di Padang diperpanjang Hingga 21 April

Salat Jumat
Foto: Humas Kota Padang
Pemerintah Kota Padang memperpanjang kebijakan peniadaan salat Jumat dan menggantinya dengan salat Zuhur di rumah, hingga 21 april 2020. Untuk mencegah adanya keramaian mengingat kondisi Corona Virus Disease (COVID-19) masih mewabah.

“Peniadaan salat Jumat diperpanjang dalam rangka mencegah adanya keramaian sebagai bentuk antisipasi,” kata Wali Kota Padang Mahyeldi di Padang, Pada Kamis (9/4/2020).

“Perkembangan terbaru di Padang saat ini ada 15 orang yang terkonfirmasi positif corona, oleh karena itu penerapan pembatasan sosial kepada seluruh warga diperpanjang,” ujarnya.

Menurutnya dalam kondisi saat ini potensi penularan COVID-19 cukup tinggi apalagi di Padang sudah ditemukan pasien positif tanpa ada gejala.

Pemerintah Kota Padang meminta kepada Pengurus masjid di Kota Padang mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur hingga 21 April 2020.

Hal ini juga mengacu kepada Taushiyah MUI yang meminta umat melakukan penghentian sementara salat Jumat untuk mencegah COVID-19

Sesuai dengan Ketetapan Fatwa MUI Nasional No.14 tahun 2020 tentang risiko tinggi dan sangat tinggi COVID-19 yang membolehkan mengganti salat Jumat dengan Zuhur dan tidak mengikuti salat jamaah di masjid, surau dan musala.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Kota Padang Mulyadi Muslim menyampaikan kondisi hari ini berbenturan antara kepentingan menjalankan agama dan memelihara jiwa, oleh karena itu salat Jumat bisa diganti dengan salat Zuhur karena darurat memelihara jiwa jadi prioritas utama.

“Apalagi tujuan syariat ditetapkan dalam Islam untuk menjaga lima hal yang prinsip yaitu agama, jiwa, akal, kehormatan dan harta,” Ujar Mulyadi.

Ia juga menyampaikan dalam menyikapi hal ini perlu mendalami kaidah fikih, karena dalam beragama tidak boleh asal semangat, egois dan mencari keutamaan ibadah semata.

BACA JUGA  Corona Tetap Berkarya, Youtuber Minang Gaungkan Pesan Lewat Lagu

Mulyadi menilai jika ada yang tetap bersikeras salat berjamaah di masjid atau salat jumat, mungkin memiliki imunitas kuat sehingga bisa bertahan, tetapi itu bisa saja menjadi penyebab penularan virus ke orang lain.

Maka yang akan terjadi adalah mudarat yang lebih besar dari sekedar manfaat pribadi dan pahala. Menjaga jiwa supaya tetap sehat juga perintah Agama, katanya.

Facebook Comments