Oknum Petugas Covid-19 Akhirnya Minta Maaf Kepada Ketua KPU Sumbar

covid-19
Oknum Petugas Covid-19 Rita Sumarni, yang sebelumnya viral karena postingannya sendiri. Akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas perlakukan kurang menyenangkan yang dilakukannya kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat Amnasmen.

“Saya mintak maaf kepada seluruh masyarakat terutama Ketua KPU Sumbar karena telah menyuruh untuk putar balik. Itu semua saya lakukan hanyalah karena tugas,” ujarnya, Senin (15/6/2020).

Rita sebelumnya sempat dilaporkan ke Polda Sumbar, terkait Pasal 95A Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 karena telah menyebarluaskan data pribadi seseorang di sosial media.

Kejadian viral oknum satgas posko Covid-19 Lubuk Paraku, Kelurahan, Kecamatan Lubuk Kilangan terjadi pada Rabu 13 Mei 2020 lalu itu, sempat bersikeras untuk tidak mau minta maaf kepada pihak terkait (Amnasmen).

“Saya tidak gentar, silahkan saja laporkan, saya bekerja atas SOP. Saya punya pimpinan, saya juga tidak sendirian. Saya minta bantu kepada pak Wali, juga sama pak Kalaksa. Saya sudah terbiasa dengan hal seperti ini, sudah makan asam garam saya,” ujarnya pada sabtu (16/5/2020) lalu.

Live Ciloteh NaroBoy

Dikirim oleh Ciloteh NaroBoy pada Sabtu, 16 Mei 2020

Pemerintah Kota (Pemko) Padang juga menyatakan permintaan maaf kepada semua pihak dan masyarakat, apabila selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terdapat kekhilafan atau hal yang tidak pada tempatnya.

“Seperti adanya sebuah kejadian di Posko Covid-19 Perbatasan Lubuk Paraku beberapa minggu yang lalu akhirnya berbuntut terjadinya perselisihan antara Wakil Komandan Posko (Wadanpos) Covid-19 Lubuk Paraku Rita Sumarni dengan Ketua KPU Sumbar Amnasmen.Sekali lagi, atas nama Pemko Padang kami juga menyampaikan permintaan maaf,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Amasrul.

Pasalnya, selama PSBB diterapkan, beberapa aturan terkait pembatasan dilakukan di tengah kehidupan masyarakat. Termasuk membatasi pergerakan orang yang masuk ke Kota Padang pada beberapa pintu masuk perbatasan.

BACA JUGA  Sedang Asyik Pesta Narkoba, 2 Pria di Tangkap Polisi di Solok

Seperti diketahui, penerapan PSBB di Padang sejalan dengan kebijakan Gubernur Sumbar tentang PSBB yang sudah mendapat rekomendasi dari Kemenkes dengan keluarnya Pergub Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB Dalam Penanganan Virus Corona atau Covid-19 di Sumbar.

Hal itu dilakukan mulai semenjak 22 April sampai 5 Mei 2020 dimana Pemprov Sumbar menetapkan PSBB untuk seluruh wilayah Sumbar. Dan hal itu pun ditindaklanjuti oleh Pemko Padang berupa penerapan PSBB untuk Kota Padang yang dilanjutkan ke tahap 2 dan 3 sampai berakhir pada 7 Juni 2020 yang lalu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Amasrul mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Padang dan secara pribadi dan lembaga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Selama pelaksanaan PSBB di Padang, ada aturan yang membuat masyarakat tidak nyaman.

“Ini murni kita lakukan untuk memerangi wabah Covid-19 di Kota Padang,” kata Amasrul kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (15/6/2020).

 

Facebook Comments

loading...