Polwan Gadungan Berhasil Ditangkap di Payakumbuh

Polwan Gadungan
Polwan gadungan bernama Wynda Susanti Tanjung (43) berhasil diamankan Polres Payakumbuh, Sumatera Barat. Perempuan ini mengaku sebagai anggota polisi berpangkat AKBP.

Bahkan, polwan gadungan ini telah menipu tiga warga Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat dan juga seorang warga Muara Enim, Sumatera Selatan.

BACA JUGA  Satu Orang Pedagang Terkonfirmasi Tertular Covid-19 di Pasar Raya Padang

Aksinya penipuan itu dilakukan polwan gadungan ini dengan mengiming-imingi korban bisa lolos penerimaan Bintara Polri tahun 2020 di Polda Sumatera Selatan tanpa harus mengikuti seleksi formal.

Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan mengatakan, pelaku yang mengaku sebagai polwan ini berhasil ditangkap di Kota Depok, Jawa Barat, 20 Agustus 2020, dan saat ini sudah diamankan di Mapolres Kota Payakumbuh beserta barang bukti yang disita dari tangan pelaku.

BACA JUGA  KPK Tangkap DPO Tersangka Korupsi Alkes RSUD Padang

“Dia telah menipu tiga warga Kabupaten Limapuluh Kota dan seorang warga Muara Enim, Sumatera Selatan. Para korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah,” ujarnya dikutip dari langgam.id, Kamis (27/8/2020).

Polwan Gadungan menurut Dony menjanjikan kepada para korban akan terpilih dalam seleksi penerimaan Bintara Polri tahun 2020 di Polda Sumatra Selatan tanpa menjalani tahapan seleksi formal.

BACA JUGA  Sungguh Bejat! Seorang Ayah di Payakumbuh Cabuli Putri Kandung Sendiri

“Pelaku juga meminta KTP, KK, akta kelahiran serta ijazah kepada keluarga korban yang ingin masuk polisi sebagai syarat yang akan diserahkan ke Mabes Polri,” ujarnya.

Pelaku kemudian meminta sejumlah uang. “Pembayaran awal diminta tunai, sisanya diminta untuk ditransfer ke rekening pelaku,” jelasnya.

Dony menuturkan, aksi penipuan itu diketahui setelah keluarga korban diminta untuk datang ke Palembang. “Keluarga korban diminta datang ke Palembang dengan alasan untuk menyaksikan keberangkatan calon peserta didik dalam tugas umum ke SPN Betung,” ujarnya.

BACA JUGA  Perantau Solok Tanah Abang Sumbangkan 1000 Masker

Ketika di Palembang, keluarga korban diminta untuk menginap di salah satu hotel dan pelaku juga menemui keluarga korban di hotel tersebut, kemudian pelaku kembali meminta sejumlah uang.

“Pelaku minta uang lagi, kemudian ia kabur. Lalu, keluarga korban mencoba menelusuri latar belakang pelaku di Palembang, diketahuilah bahwa pelaku bukan anggota Polri,” ujar Dony.

BACA JUGA  Komisi III: Andre Rosiade Tidak Jalankan Tugas Sesuai Koridor Kemanusiaan

Pelaku berhasil menipu uang korban senilai Rp 204 juta. Dengan rincian masing-masing, yaitu, korban pertama sebanyak Rp46,5 juta, korban kedua Rp70 juta, korban ketiga Rp42,5 juta dan korban keempat Rp45 juta.

Facebook Comments

loading...