Reses Taufik Syahrial Anggota DPRD Sumbar : Warga Pulasan Harap Pemprov Bangun SMK di Nagari Pulasan

SAWAHLUNTO SUMBAR INDEKSNEWS Tak butuh waktu lama massa berkumpul menyambut kedatangan Taufik Syahrial di Nagari Pulasan, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Selasa (5/11)

“Kaba baiak baimbauan,
Elok kato bao baiyo, lamak siriah lega carano. Basuluah matohari, bagalanggang mato rang banyak” kata kata yang baik dibawa untuk bersepakat dengan cara terbuka dan transparan!

Kedatangan pertama Haji Taufik Syahrial Datuak Rajo Bagompo di Pulasan dalam rangka Reses di sambut Bak tokoh masa depan, tokoh pengharapan sebagai ‘Pambangkik Batang Tarandam” di Nagari berjarak sekitar 15 Kilometer dari Simpang Tanjung Gadang tersebut.

Nagari berpenduduk lebih kurang 2 ribu jiwa dengan mata pencaharian kayu dan berladang karet itu tak akan pernah menyangka Taufik Syahrial atau lebih dikenal dengan nama kecil “Tarjok” akan menjadi seorang pejabat negara, seorang Anggota DPRD Propinsi Sumatera Barat periode (2019 – 2024)

Menjelang Magrib, Mobil Toyota Hiace milik Komisi 4 DPRD Propinsi Sumbar belok ke kanan dari arah Sijunjung sebelum Pasar Tanjung Gadang, mobil terus melaju melewati Kantor Wali Nagari Pulasan. Tiga orang staff dari Fraksi Nasdem mendampingi perjalanan Reses Masa Sidang 3 Taufik Syahrial di Kabupaten Sijunjung.

Kendaraan plat merah itu terhenti di rumah Pak Etek, Adik dari (Alm) Ayahanda Taufik Syahrial. Nagari Pulasan, bagi Tarjok Pulasan adalah kampung keduanya setelah Talawi, Kota Sawahlunto. Dalam Pemilu 2019 lalu, Taufik Syahrial berhasil meraup sekitar 650 suara di DPT lebih kurang 1200 orang tersebut.

Menurut warga, jauh sebelum Pemilu, Taufik Syahrial sering berkunjung dan membantu warga Pulasan keluar dari himpitan ekonomi. Pengusaha tambang batu bara dikenal setiap tahun datang langsung ke Pulasan membagikan daging korban di Hari Raya Idul Adha atau merayakan Idul Fitri di Pulasan.

” Kalau hari raya haji, ia sendiri yang datang membagi bagikan daging korban keseni ini,” ujar seorang lelaki paruh baya di kampung itu.

Kampung Pulasan lengang pada siang hari dan baru ramai menjelang malam, karena warga Pulasan siang hari bekerja di ladang, barulah pada malam hari para lelaki berkumpul di lapau lapau. Memang Budaya Adat lelaki di Minangkabau benar!

Kampung Pulasan masih sangat jauh tertinggal khususnya dalam jaringan teknologi komunikasi dan informasi. Jangankan untuk menitip kabar, berkirim pesan singkat SMS saja sulit, lantaran belum ada sinyal seluler di kampung tersebut.

Meskipun demikian, Infrastruktur publik seperti jalan aspal dan listrik sudah cukup baik di kampung Pulasan. Namun kebodohan dan kemiskinan masih menghantui masa depan warga di kampung Pulasan.

” Saya berjanji! akan membangun SMK di Pulasan ini. Saya akan berkoordinasi dengan Bupati dan Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Barat,” ucap Taufik Taufik pada pidatonya dalam reses tersebut yang di sambut riuh tepuk tangan warga.

Taufik Syahrial mengatakan banyak warga Pulasan tidak bisa baca tulis, khususnya Amak – Amak. Di Pulasan hanya terdapat 1 sekolah SMP. Namun, Ada tiga Nagari terhubung di kawasan itu yaitu Nagari Sibakur dan Nagari Langki masing masing Nagari tersebut punya satu sekolah SMP.

” Total ada tiga SMP di tiga Nagari ini, sehingga saya kira ini sudah memenuhi syarat jika kita bangun sebuah sekolah SMK disini,” ujar Tarjok kepada Indeksnews.

Tarjok dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dukungan warga Pulasan atas dukungan kepada dirinya sehingga terpilih menjadi Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Partai Nasdem dalam Pemilu lalu.

Tarjok berjanji, selama periodenya di Dewan ia akan terus membantu warga Pulasan baik melalui program program resmi Pemprov Sumbar maupun melalui Dana Pokir Aspirasi Dewan

Facebook Comments

Loading...
loading...