Seorang Warga Solok Positif Covid-19, Hasil Swab Test Keluar Setelah Pasien Meninggal Dunia

Solok
Seorang warga Paninggahan Kabupaten Solok terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil swab test keluar setelah pasien meninggal dunia dan telah dikebumikan di Paninggahan, Kabupaten Solok.

Korban yang berinisial SR (26) dibawa pulang ke kampung halaman di Paninggahan, Kabupaten Solok. Karena sebelumnya diketahui telah lama menderita kanker dan sudah 3 kali masuk rumah sakit, sehingga keluarga sepakat membawa korban pulang.

Pasien tersebut berangkat dari Tanggerang menuju Paninggahan Kab. Solok pada tanggal 7 April 2020. Sampai di Bakauheni kondisi kesehatan korban memburuk, sehingga korban dilarikan ke Rumah Sakit Dr. H. Bob Bazar, SKM, Kabupaten Lampung Selatan Kalianda.

Pasien lalu meninggal dunia, dokter yang memeriksa korban tersebut memberikan keterangan bahwa korban menderita Kanker. Karena korban berasal dari wilayah rentan Covid-19 maka, pihak RS setempat mengambil sampel untuk dilakukan swab test, selanjutnya sampel dikirim ke Litbangkes Palembang untuk diperiksa lebih lanjut.

Pasien diantar ke kampung halamannya dan sampai pada pagi sekitar pukul 06.00 WIB, kemudian langsung dikebumikan pada pukul 09.00 WIB.

 

Diketahui keluarga yang mengantar pasien dari Tanggerang sebanyak 9 orang, 6 orang telah kembali ke Tanggerang. Sementara, 3 orang masih menetap di kampung, terdiri dari anak berumur 3 tahun, suami dan ibu korban menetap di kampung Nagari Paninggahan.

Pada Senin (13/4), hasil dari test swab yang telah dilakukan di Palembang keluar dengan hasil pasien positif Covid-19. Hasil tersebut dikirim ke RS sebelumnya lalu dilanjutkan ke Dinkes Provinsi Sumbar dan diteruskan ke Dinkes Kab. Solok kemudian ke Puskesmas Kecamatan Junjung Sirih.

Setelah menerima surat, pada malam 19.00 WIB diadakan rapat di Kantor Camat Junjung Sirih, yang dihadiri Forkopincam, Kapus dan Dokter Puskesmas, Wali Nagari dan pihak-pihak terkait.Kesepakatan didapat hari Rabu (15/4), dilakukan rapid test terhadap seluruh keluarga almarhumah dan pembawa peti jenazah yang berjumlah 7 orang, pemeriksaan dilakukan oleh tim dari RS Umum Kayuaro.

BACA JUGA  Naas, Remaja Terseret Arus Sungai Di Pessel Ditemukan Tak Bernyawa

Keluarga dinyatakan harus diisolasi mandiri sampai tanggal 24 April 2020, pengawasan dilakukan oleh Wali Nagari setempat. Kronologis langsung ditanda tangani oleh Camat, Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Herman pada (14/4).

Kasus ini sudah dikonfirmasi oleh Kepala Dinkes Kab. Solok, Maryeti Marwezi disampaikan bahwa kronologis tersebut benar. Bahwasanya ada satu warga Solok meninggal dalam perjalanan pulang. Hasilnya diketahui setelah korban dikebumikan.

Solok
Keterangan kronologis yang di keluarkan oleh Camat Tanjung Sirih

Facebook Comments