Sijunjung Bobol, Delapan Petugas Lapas Positif

Status Kabupaten Sijunjung sebagai zona hijau pandemi Covid-19 akhirnya bobol, tercatat delapan orang warga Sijunjung terkonfirmasi positif terpapar. Hingga negeri bejuluk Ranah Lansek Manih ini resmi menjadi daerah pamungkas daftar zona merah dari 19 kota/Kabupaten se-Sumbar jelang masa berakhirnya PSBB 29 Mei mendatang.

Kabar buruk dari Sijunjung ini pecah Senin (27/5) pagi, setelah terbitnya rilis dari Kadis Kominfo Provinsi Sumbar, Jasman Rizal melalui akun facebooknya, kemudian disusul pemberitaan sejumlah media cyber/ online. Tak hayal seketika itu masyarakat di saentro Sijunjung buncah, berbagai spkulasi, pendapat, mencuat.

Tak tanggung-tanggung, penularan Covid-19 di Kabupaten Sijunjung terjadi dalam bentuk klaster (kelompok yang memiliki matarantai luas), tepatnya di Lapas Kelas IIB Muaro. Delapan korban terkonfirmasi positif Covid-19 semuanya tercatat sebagai petugas Lapas IIB Muaro Sijunjung. Tak terkecuali diantaranya Kalapas Muaro sendiri, dinyatakan ikut dinyatakan positif terpapar.

Kepala Dinas Komunikasi Informasi (Kadis Kominfo) yang selakigus sebagai juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Sijunjung, Rizal Efendi dalam Jumpa Persnya di Balairung Lansek Manih, Muaro Sijunjung, membenarkan adanya kasus ini, Senin (37/5).

“Keabsahan informasi tersebut baru dapat dikukuhkan sekitar pukul 10.00 wib, setelah secara resmi kami dapat surat pemberitahuan langsung dari Tim Kesehatan Sumbar,” tegas Rizal Efendi.

Diakui Rizal pihaknya juga sudah dapat kabar adanya warga sijunjung terpapar Corona sekitar pukul 07.00 wib pagi, setelah beredar kabar di medsos, dan sejumlah pihak pun mengkonfirmasi pasca terbitnya pemberitahuan dari Dinas Informasi Komunikasi Provinsi Sumbar.

Namun secara keabsahan/legalitas informasi dan data, keluar sekitar pukul 10.00 wib, hingga langsung dijadikan dasar untuk penindakan bagi Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sijunjung. Bupati Sijunjung lakukan rapat koordinasi gabungan untuk penanganan lebih lanjut.

BACA JUGA  Bawaslu Tolak Seluruh Gugatan Iriadi Dt Tumanggung

“Melalui forum ini saya tegaskan, penularan Covid-19 di Kabupaten Sijunjung berasal dari klaster Lapas Kelas IIB Muaro. Seluruh korban yang terkonfirmasi positif terpapar, sebanyak delpan orang, semuanya adalah pegawai Lapas IIB Muaro,” tegasnya.

Setelah sebelumnya, pada Kamis (21/5) dilaksanakan pengambilan swab terhadap 25 orang penghuni Lapas. Selanjutnya, Jumat (22/5), sampel swab diantarkan petugas kesehatan Sijunjung ke Laboratorium FK-UNAND di Padang.

Pada hari Jumat (22/5) berlanjut pengambilan swab terhadap petugas Lapas, totalnya sebanyak 30 orang. Kemudian sampel swab diantarkan pada hari Sabtu (23/5) ke Laboratorium FK-UNAND di Padang.

Pengambilan sampel tersebut dilakukan karena sebelumnya diketahui salah-seorang warga asal Mentawai, inisial F balik ke Tanjunggadang, kemudian sempat terlibat kontak dengan seorang penghuni Lapas IIB Sijunjung, berinisial S antara tanggal 28 April – 2 Mei lalu.

Mengetahui hal itu, berselang beberapa hari kemudian Dinas Kesehatan bersama Tim Puskesmas Tanjunggadang pun lakukan pengambilan sampel swab bagi semua orang, khususnya anggota keluarga yang pernah kontak dengan F ,” jelas Rizal Efendi.

Dari semua rentetan proses (traking) yang dilakukan Tim Gugus Tugas Sijunjung, menyusul kemudian keluar hasil swab di lingkungan OTG (orang tanpa gejala) berinisial F, ternyata hasilnya negatif, termasuk bagi F sendiri. Maka dapat disimpulkan penularan Covid-19 di Lapas IIB Muaro bukan berasal dari seseorang brrinisial F.

“Melalui forum ini kembali saya tegaskan, penularan Covid-19 bagi delapan petugas Lapas IIB Muaro bukan berasal dari terduga F asal Mentawai, namun bisa jadi dari dalam lingkungan Lapas sendiri, sesama petugas. Dimana semua korban yang dinyatakan positif justru tercatat sebagai pegawai, sekretariat Lapas, termasuk pimpinannya,” ucap Kadis Kominfo pula.

Untuk kepastian mata rantai penularan, hingga kemarin Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sijunjung masih terus melakukan traking terhadap pihak-pihak yang dicurigai. Bahkan terhitung Senin (27/5) kembali dilakukan swab ulang di lingkungan Lapas IIB Sijunjung.

BACA JUGA  Pelajar Sijunjung Libur Senin

Polres Kirim Anggota ke Lapas Muaro

Untuk kelancaran proses pengambilan sampel swab hingga traking di lingkungan Lapas Muaro Sijunjung, Kapolres Sijunjung turunkan 17 personel keamanan ke Lapas dibawah BKO Kabag OPS Kompol S.Sihombing.

Hal ini dilakukan sekaligus untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal tak diinginkan bagi warga binaan Lapas Muaro, mengingat delapan warga Sijunjung yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 justru semuanya berstatus petugas Lapas Muaro.

“Petugas keamanan kita kirim ke sana dilengkapi dengan alat pelindung diri,” tegas Kapolres.

Tidak Mau Dikarantina

Terkait adanya petugas berstatus positif terpapar Covid-19 namun tidak mau di karantina ke BKPSDM Provinsi Sumbar, termasuk Kalapas sendiri, lantaran merasa tidak sakit apa-apa. Pihak Polres Sijunjung hingga berita ini naik cetak masih terus melakukan koordinasi dengan Tim Gusus Tugas Sijunjung, serta Kemenkumham Sumbar.

“Ya, barusan saya juga dapat informasi begitu, para petugas lapas yang terpapar Covid-19 justru tidak mau untuk dikarantina. Maka kita terus lakukan upaya, langkah-langkah secara tepat. Termasuk berkoordinasi dengan Kemenkumham Sumbar,” pungkasnya. (Red)

Facebook Comments