Silek Pauh, M. Fikar: Diharapkan Mampu Jaga dan Lestarikan Kebudayaan Minangkabau

Padang – Diresmikannya perguruan silek Pauh “Sasaran Kampung Jambak” Lubuk Lintah, mendapatkan respon positif dari banyak kalangan dan tokoh adat. Hal itu, ditandai rame dan antusiasnya pengunjung yang datang saat peresmian, Sabtu (22/8/2020) malam.

Ketua Badan Musyawarah Pembangunan Nagari (BMPN) Pauh IX Kuranji, M. Fikar Datuk Rajo Magek, S. Ag, MM, M. Pd dalam sambutannya mengatakan, ini langkah awal dan kegiatan positif dalam membangun watak, karakter serta ketangguhan generasi muda. Disamping itu, peresmian ini juga momen menyambut dan langkah awal tahun baru hijrah.

“Sebab, momen ini membangkitkan semangat dan membangkitkan batang tarandam. Sejak tahun 1985 silek Kampung Jambak ini redup. Maka, tahun 1442 hijrah ini bangkit kembali ke permukaan,” ucap M. Fikar berapi-api.

Ia berharap, agar kedepan terus bertumbuh, berkembang dan semakin diminati silek ini dikalangan masyarakat generasi muda di Kota Padang, khususnya di Kecamatan Kuranji, harap M. Fikar Dt. Rajo Magek yang juga mamak suku Jambak ini.

“Atas nama Ketua BMPN Pauh IX Kuranji, kami merasa bangga dan mengapresiasi serta mendukung penuh atas diresmikannya perguruan silek Pauh “Sasaran Kampung Jambak”. Juga ucapan terimakasih kepada tuo-tuo silek, ninik mamak dan tokoh adar. Basamo kito manjadi, basamo mambangun nagari. Jika bukan kita, siapa lagi,” pungkas M. Fikar Dt. Rajo Magek.

M. Fikar melanjutkan, saat ini sudah banyak bermunculan perguruan silek di Kuranji juga tingginya animo anak nagari untuk belajar silek. Tentunya, dengan harapan akan banyak nilai- nilai adat dan budaya yang terkandung pada pencak silat ini. Selain itu, adanya budaya mewarisi nilai adat budaya dan kesiap siagaan pada generasi muda milenial yang saat ini sudah mulai kurang memahami adat itu sendiri.

Lanjut M. Fikar, ada empat aspek yang terkandung dalam nilai-nilai pencak silat. Pertama ialah, aspek pembentukan mental dan spritual, adanya nilai- nilai kepribadian, pembentukan karakter yang baik yang terkandung dalam pencak silat tersebut, sesuai falsafah minang ABS-SBK. Kemudian, kedua adanya nilai seni dan budaya menanamkan estetika dan tradisi.

Selanjutnya, aspek ketiga adanya seni bela diri. Hal semacam ini perlu di bekali pada generasi muda. Sebab mereka masih labil, suka tawuran, lgbt, balap liar, narkoba dan hal negatif lainnya. Maka, dengan silat ini bisa mengisi waktu kosongnya dan membentengi dirinya dari pengaruh radikalisme. Namun ingat, musuh pantang di cari-cari, itu hal terpenting, ujarnya mengingatkan dan menasehati.

Terakhir, merupakan aspek olah raga dan kebugaran. Dengan banyaknya aktifitas pergerakan tubuh kita lebih aktif bergerak. Sehingga bisa menjaga daya imun sistem yang tangguh, tegasnya.

“Dengan harapan kita semua, peresmian perguruan silek Pauh Sasaran Kampung Jambak ini sebagai momentum kebangkitan serta mewarisi adat, seni dan budaya yang hampir punah kepada generasi muda,” pinta M. Fikar.

Dalam sesi akhir kegiatan, M. Fikar Datuk Raji Magek Juga memberikan sumbangan untuk kemajuan sasaran sebesar 1 juta dan dari Irwan Basir Dt. Rajo Alam sebesar 2 juta rupiah, sebagai modal semangat perjuangan dan motifasi bagi perguruan, pangkasnya.