Gubernur Sumbar Minta Menkominfo Hapus Injil Berbahasa Minang

Sumbar
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meminta Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate untuk menghapus aplikasi kitab suci Injil berbahasa Minangkabau.

Hal tersebut diminta Irwan Prayitno melalui surat tertanggal 28 Mei 2020, meminta penghapusan aplikasi kitab suci Injil berbahasa Minangkabau.

Dalam surat itu Irwan Prayitno mengatakan, masyarakat Minangkabau sangat keberatan dan resah dengan adanya aplikasi tersebut (injil berbahasa Minangkabau).

Menurut Irwan, aplikasi tersebut sangat bertolak belakang dengan adat dan budaya masyarakat Minangkabau yang memiliki falsafah “Ada Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”.

“Pak Gubernur dan Pemprov Sumbar dan masyarakat Minang meminta Menkominfo melalui Dirjen Aplikasi Informasi dapat menghapus aplikasi itu dari Play Store Google dan menghindari munculnya apilasi sejenis di kemudian hari,” kata Kepala Kepala Biro Humas Sumbar Jasman Rizal saat dikutip dari jawapos, Jumat (5/6/2020).

Sementara itu Menkominfo Johnny G. Plate mengaku, belum menerima surat dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Dia mengaku akan memberikan perhatian serius terhadap masalah yang dikemukakan Irwan.

“Kami akan check apakah aplikasi tersebut melanggar UUD, UU, atau peraturan turunan yang terkait. Jika melanggar, aplikasi atau konten yang berada pada platform digital seperti google, facebook, microsoft, instagram dan lain-lain, maka proses take down melalui platform tersebut,” ujar Menkominfo Johnny G. Plate.

Akan tetapi, menurut Johnny, dalam konteks ideologi negara dan konstitusi negara Kemenkominfo sebagai regulator harus berhati-hati dan menjaga hak dasar konstitusional warga.

“Kami akan check dulu secara komprehensif untuk mengambil kebijakan yang sejalan dengan aturan hukum dimaksud,” tutupnya.

Facebook Comments

BACA JUGA  Kasus Positif Corona di Sumbar Kembali Bertambah, 2 dari Padang Dan 1 Pariaman