Ucok Ramadhan Ditangkap Saat Transaksi Ganja di Pinggir Jalan

Ucok Ramadhan (23) seorang pemuda pedagang kaos online ditangkap polisi ketika akan transaksi ganja di pinggir jalan di Kota Bukittinggi, Sabtu (15/6/2019) dini hari. Ucok ditangkap di sekitar tempat pembuangan sampah pinggir jalan kawasan Jalan Angku Basa, Kelurahan Puhun Tembok, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.

Remaja yang baru kecanduan narkoba ini diduga sering terlibat transaksi ganja. Dia bahkan memanfaatkan rumah temannya yang berada di sekitar lokasi transaksi untuk menyimpan barang terlarang itu, tanpa sepengetahuan pemilik rumah.
Warga Kabun Pulasan yang selama ini dikenal sebagai pedagang kaos online ini terperangkap pada transaksi ganja dengan polisi yang menyamar sebagai pembeli. Sekalipun pada saat penangkapan polisi tidak menemukan barang bukti di badan tersangka. Karena Ucok mengedarkan ganja dengan modus tidak membawa ganja yang dijual dengan alasan ada uang ada barang.
Namun ketika didesak oleh petugas, Ucok akhirnya mengaku menyimpan ganja di rumah temannya yang tak jauh dari lokasi transaksi. Kemudian Ucok digiring ke rumah temannya dan menemukan satu paket ganja kering siap edar yang disimpan tersangka di antara lipatan celana jeans di dalam kantong plastik.
Kasat Resnarkoba Polres Bukittinggi, AKP Pradipta Putra Pratama mengungkapkan sebelum transaksi tersangka menyembunyikan paket ganja di rumah temannya tanpa sepengetahuan penghuni rumah. Setelah uang di tangannya, barulah tersangka mengambil ganja dan meyerahkannya pada pembeli.
“Kami dari Satuan Narkoba Polres Bukittinggi baru saja mengamankan satu orang tersangka atas dugaan penyalahgunaan narkotika jenis ganja dengan inisial U, dengan barang bukti kami menemukan satu paket ganja siap edar. Menurut pengakuan dari si tersangka setelah kita interogasi barang yang ada padanya rencananya diedarkan di seputaran wilayah hukum Polres Bukittinggi dengan paket-paket hemat,” ujar Pradipta dikutip dari Sindonews.com, Sabtu (15/6/2019).
Namun, tersangka mengaku hanya membantu menjualkan ganja milik Randi alias Kandiak, seorang pemuda berusia 35 tahun. Kata Ucok, dia sering menjual paket hemat ganja seharga Rp100 ribu kepada pelajar atau remaja yang baru kecanduan ganja.
Untuk penyelidikan lebih lanjut, tersangka Bersama barang bukti dibawa ke kantor polisi. Ucok kini terancam 15 tahun hukuman penjara karena diduga melanggar Pasal 114 dan Pasal 111 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika.
Sementara, bandar ganja Randi alias Kandiak yang diketahui kabur ke daerah Kabupaten Pasaman sebagai buronan yang masuk dalam daftar pencarian orang.

Facebook Comments

BACA JUGA  Polemik Tidak ber-KTP Padang Dilarang Masuk, Ini Penjelasannya